Penguatan indeks dipicu sentimen global dan domestik di tengah perhatian pada tata kelola.
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 4,90 persen ke level 5.439 sepanjang pekan perdagangan 19–23 Oktober 2026.
Kenaikan indeks tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 8 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyatakan bahwa pergerakan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik.
Pelaku pasar saat ini mencermati kebijakan suku bunga bank sentral utama, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi harga energi dunia.
Ketegangan di Timur Tengah serta gangguan pada East-West Pipeline milik Saudi Aramco sempat membayangi pasokan minyak global.
“Meski demikian, dimulainya negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak mentah Brent dan WTI sehingga meredakan tekanan inflasi global secara bertahap,” ujar David dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Di sisi domestik, cadangan devisa sebesar 146,5 miliar dolar AS diyakini menjadi bantalan kuat dalam menghadapi gejolak eksternal.
Investor institusi global kini menyoroti aspek tata kelola dan kelayakan investasi pasar modal Indonesia, termasuk keterbukaan struktur kepemilikan saham serta perlindungan investor ritel.
Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama bagi investor asing dalam menentukan alokasi portofolio menjelang pengumuman indeks MSCI.
Memasuki pekan perdagangan 26–30 Oktober 2026, pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan moneter The Fed serta publikasi laporan keuangan kuartal III 2026 dari emiten berkapitalisasi besar.
“Komitmen regulator dalam memperkuat tata kelola bursa dan transparansi investability menjadi aspek krusial untuk menjaga kepercayaan investor asing menjelang pengumuman indeks MSCI,” tutur David.
Secara teknikal, David memprediksi IHSG akan bergerak variatif dengan peluang menguji level resistensi pada rentang 5.500 hingga 5.540.
Realisasi target tersebut sangat bergantung pada dukungan arus transaksi dari para pelaku pasar domestik.