Minat pembiayaan indikatif yang terkumpul dilaporkan mencapai tiga kali lipat dari total estimasi kebutuhan utang program tersebut.
Jakarta – Sebanyak 34 institusi keuangan domestik dan internasional kini masuk dalam daftar calon pemberi pinjaman untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Indonesia.
Minat pembiayaan indikatif yang terkumpul dilaporkan mencapai tiga kali lipat dari total estimasi kebutuhan utang program tersebut.
Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah merampungkan pembentukan panel pemberi pinjaman ini.
Langkah strategis tersebut bertujuan memetakan kapasitas serta minat lembaga keuangan sebelum proyek memasuki tahap pembiayaan formal.
DIM dan Denera berencana menjajaki berbagai skema pendanaan, mulai dari pinjaman hingga fasilitas nontunai, untuk menyesuaikan kebutuhan setiap proyek.
Chief Financial Officer Denera, M Ramadhan Harahap, menyatakan bahwa antusiasme pasar terhadap sektor pengolahan sampah ini cukup tinggi.
“Respons dari berbagai institusi keuangan ini menunjukkan bahwa program PSEL memiliki daya tarik yang nyata bagi pasar pembiayaan,” ujar Ramadhan dalam siaran pers, Senin (19/10/2026).
Ia menambahkan bahwa pemilihan mitra dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman serta kapabilitas yang beragam untuk mendukung struktur pendanaan yang optimal.
“Aspek kelayakan, struktur komersial, dan risiko tetap menjadi pertimbangan utama dalam proses penyiapan pembiayaan,” tegas Ramadhan.
Anggota panel tersebut mencakup bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, hingga pengelola dana iklim internasional.
Sektor perbankan dalam negeri yang terlibat meliputi bank anggota Himbara, bank swasta nasional, hingga bank syariah.
Danantara menegaskan bahwa minat indikatif tersebut belum merupakan komitmen pendanaan yang mengikat.
Setiap rencana pendanaan wajib melalui proses uji tuntas, evaluasi kelayakan, dan persetujuan internal masing-masing lembaga keuangan.
Dalam proses ini, DIM dan Denera menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk bertindak sebagai penasihat keuangan sekaligus konsultan.
Seluruh rangkaian seleksi telah berlangsung sejak Juli 2026 melalui mekanisme pengumuman terbuka dan undangan langsung.
Kriteria penilaian calon mitra mencakup kapasitas finansial, fleksibilitas, serta kemampuan pelaksanaan pendanaan yang mumpuni.
Inisiatif pembentukan panel ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan proyek PSEL di berbagai daerah di Indonesia.
Skema ini sekaligus membuka peluang lebar bagi keterlibatan modal swasta dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah yang berkelanjutan.