Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
Jakarta – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, mengimbau para perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin tanpa menunggu munculnya keluhan.
Imbauan tersebut disampaikan Sri Suparni saat membuka kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (19/10).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
Program tersebut menyasar pegawai perempuan serta anggota DWP Kementerian ESDM yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu dengan total 784 peserta.
Pihak penyelenggara turut menyediakan layanan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan perempuan.
“Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit, jadi ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri,” ujar Sri Suparni dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai ibu dalam menjaga kesehatan keluarga.
Menurutnya, kesibukan, rasa takut, maupun rasa malu tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk melakukan pemeriksaan medis.
“Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit,” tegasnya.
Sri Suparni mengingatkan bahwa vaksinasi HPV bukanlah akhir dari upaya pencegahan kanker serviks.
Pemeriksaan berkala tetap harus dilakukan oleh para perempuan sesuai dengan anjuran tenaga medis.
Langkah ini sejalan dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menjadikan vaksinasi dan skrining sebagai rangkaian pencegahan kanker serviks.
Vaksinasi berfungsi menurunkan risiko, sementara skrining bertujuan mendeteksi perubahan dini pada leher rahim.
Sri Suparni juga mendorong para peserta untuk menjadi penggerak kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Peran tersebut dapat diwujudkan dengan membagikan informasi kesehatan yang akurat serta mengajak anak perempuan mengikuti imunisasi HPV.
Terkait kesehatan payudara, ia mengajak para perempuan untuk selalu waspada karena penyakit tersebut belum bisa dicegah melalui vaksinasi.
“Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.
Ia berharap jangkauan program pemeriksaan ini dapat diperluas agar semakin banyak perempuan di berbagai daerah mendapatkan akses deteksi dini kanker.