Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi Usai Kebakaran

Seluruh penumpang dan awak kapal KMP Batumandi berhasil dievakuasi dengan selamat.

Jakarta – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten memastikan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi selamat setelah kapal tersebut mengalami kebakaran di alur masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menyatakan bahwa pihaknya segera memobilisasi bantuan sesaat setelah menerima laporan insiden tersebut.

“Prioritas utama kami memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat,” ujar Yogie dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Insiden kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.15 WIB saat kapal sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Berdasarkan laporan awal kepada Vessel Traffic Service (VTS) Merak, api diduga muncul dari area kamar mesin kapal.

Petugas VTS Merak segera mengoordinasikan pengerahan sejumlah kapal tunda dan kapal penyeberangan untuk melakukan pemadaman serta evakuasi.

Yogie menjelaskan bahwa proses evakuasi penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dilakukan ke atas KMP Royce 1 pada pukul 16.56 WIB.

“Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut,” ungkap Yogie.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur pendukung, termasuk TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta kapal Bea Cukai BC 9006.

Pihak otoritas pelabuhan kini terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian untuk memastikan aspek keamanan pelayaran tetap terjaga.

Penyebab pasti kebakaran hingga saat ini belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Otoritas terkait akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan prosedur keselamatan telah dijalankan dengan benar.

“Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tambah Yogie.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kecepatan respons evakuasi di perairan Merak.

Yogie mengimbau para operator kapal untuk senantiasa meningkatkan pengawasan teknis dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di laut.

“Kami mengimbau seluruh operator kapal untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran, memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat guna melindungi penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa transportasi laut,” tegas Yogie.

Rekomendasi