Laba ITMG Naik Signifikan Meski Arus Kas Operasi Anjlok

Gedung perkantoran PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) di Jakarta.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit sepanjang semester I 2026.

Jakarta – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 dengan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit di tengah tantangan operasional sektor pertambangan batu bara global.

Dilansir dari Katadata, laporan keuangan perseroan menunjukkan pendapatan perusahaan naik 9% secara tahunan menjadi US$ 1 miliar pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 919 juta.

Baca Juga

Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 5% menjadi 12,3 juta ton serta kenaikan harga jual rata-rata sebesar 4% menjadi US$ 81 per ton.

Manajemen ITMG menyatakan kenaikan harga jual rata-rata tersebut sejalan dengan menguatnya harga acuan batu bara di pasar internasional, sebagaimana diungkapkan dalam keterangan resmi pada Rabu (12/8/2026).

Meskipun pendapatan meningkat, volume produksi batu bara perseroan justru terkoreksi 5% menjadi 9,9 juta ton sepanjang semester pertama tahun ini.

Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 110 juta, yang merepresentasikan pertumbuhan 17% dibandingkan perolehan pada semester I 2025 sebesar US$ 94 juta.

Pertumbuhan laba tersebut turut memperbaiki rasio profitabilitas, di mana margin laba bersih perusahaan naik dari 10% menjadi 11%.

Tantangan muncul dari sisi beban operasional, di mana beban pokok pendapatan membengkak 7% menjadi US$ 744 juta akibat kenaikan biaya penambangan, pengangkutan, serta harga bahan bakar.

Tekanan juga terlihat pada arus kas operasi yang anjlok 78% menjadi US$ 62 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Manajemen menjelaskan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh lebih rendahnya penerimaan pengembalian pajak sebesar US$ 169 juta serta pembayaran kepada pemasok yang lebih tinggi.

Dari sisi pasar ekspor, Cina dan Jepang tetap menjadi kontributor utama pendapatan dengan masing-masing mencatatkan nilai sebesar US$ 271 juta dan US$ 269 juta.

Di sisi lain, pendapatan dari pasar domestik justru mengalami penurunan sebesar 15% menjadi US$ 175 juta dibandingkan periode sebelumnya.

Neraca keuangan perusahaan tetap terjaga dengan total aset mencapai US$ 2,417 miliar per 30 Juni 2026.

Posisi kas dan setara kas, ditambah deposito jangka pendek, tercatat sebesar US$ 804 juta atau setara dengan 33% dari total aset perseroan.

Perusahaan saat ini mulai mengalihkan fokus pengembangan portofolio bisnis ke sektor energi terbarukan dan mineral strategis sebagai bagian dari transformasi jangka panjang.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam memenuhi standar aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin ketat di industri energi.

Ringkasan

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 17% menjadi US$ 110 juta pada semester I 2026, meskipun menghadapi tantangan penurunan arus kas operasi yang signifikan. Kinerja positif ini didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 9% menjadi US$ 1 miliar yang dipicu oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata batu bara di pasar internasional.

Di balik kenaikan laba, arus kas operasi perseroan justru anjlok 78% menjadi US$ 62 juta akibat rendahnya penerimaan pengembalian pajak dan tingginya pembayaran kepada pemasok, di tengah pembengkakan beban pokok pendapatan sebesar 7% menjadi US$ 744 juta.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, ITMG kini mulai mengalihkan fokus portofolio bisnisnya ke sektor energi terbarukan dan mineral strategis untuk menghadapi standar aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin ketat.

Rekomendasi