Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual pada perdagangan sesi pertama, Senin (10/08/2026), dengan terkoreksi sebesar 0,49% atau 31,26 poin ke level 6.378.
Dilansir dari Katadata, pelemahan indeks domestik ini terjadi di tengah dinamika pasar yang didominasi oleh pergerakan saham-saham di sektor transportasi yang justru mencatatkan kinerja positif.
Sektor transportasi secara keseluruhan menguat 4,88% yang utamanya dipicu oleh lonjakan harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar 29,63% hingga menyentuh level Rp 70 per lembar.
Sentimen positif pada emiten di bawah naungan Garuda Grup juga menular ke saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang naik 1,25% ke Rp 1.625 serta PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang tumbuh 0,75% ke Rp 675.
Merujuk pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi sepanjang sesi pertama tercatat mencapai 32,97 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,71 juta kali.
Total kapitalisasi pasar saat ini berada di angka Rp 11.180 triliun dengan akumulasi nilai transaksi harian yang mencapai Rp 11,59 triliun.
Aktivitas pasar menunjukkan pergerakan yang cukup variatif di mana sebanyak 275 saham ditutup menguat, sementara 315 saham melemah dan 203 saham lainnya stagnan.
Mayoritas sektor di bursa, yakni sepuluh dari sebelas sektor yang tersedia, justru harus parkir di zona merah pada tengah hari ini.
Sektor industri menjadi penekan utama indeks setelah mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 1,09% secara sektoral.
Di dalam sektor tersebut, saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,16% ke Rp 4.990 dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terkoreksi 1,89% ke level 104.
Berbeda dengan tren pelemahan tersebut, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) justru mampu bertahan di zona hijau meski tipis dengan kenaikan 0,11% ke level 23.700.
Berdasarkan nilai transaksi harian, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 973,9 miliar.
Selain itu, terdapat saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi Rp 950,01 miliar serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatatkan transaksi sebesar Rp 670,04 miliar.
Berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri, bursa saham di kawasan Asia justru mayoritas ditutup di zona hijau pada siang ini.
Indeks Nikkei Jepang mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,85% ke level 66.820, diikuti oleh Shanghai Composite yang tumbuh 0,16% ke level 3.946.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turut menguat sebesar 0,68% yang membawanya bertengger di level 25.842.
Daftar saham yang masuk dalam kategori top gainer siang ini meliputi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan kenaikan 29,63% ke Rp 70, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) naik 24,07% ke Rp 67, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 7,36% ke Rp 496.
Sementara itu, daftar saham yang masuk dalam kategori top loser siang ini adalah PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang turun 3,61% ke Rp 374, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turun 3,39% ke Rp 855, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 3,14% ke Rp 2.160.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,49% ke level 6.378 pada perdagangan sesi pertama, Senin (10/08/2026), akibat tekanan jual yang melanda mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia.
Meskipun indeks terkoreksi, sektor transportasi mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 4,88% yang didorong oleh lonjakan harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar 29,63% hingga menyentuh level Rp 70 per lembar.
Pelemahan IHSG dipicu oleh sektor industri yang turun paling dalam sebesar 1,09%, di mana mayoritas bursa di kawasan Asia justru menunjukkan pergerakan positif, termasuk indeks Nikkei Jepang yang naik 1,85%.





