Batang, Jawa Tengah – Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah strategis untuk menjadi pusat kecerdasan buatan di Asia Tenggara dengan rencana pembangunan fasilitas AI Factory berkapasitas 1 gigawatt di Batang, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8/2026).
Dilansir dari Katadata, proyek yang diberi nama Zankore by Indosat ini merupakan kolaborasi lintas industri antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap ekonomi digital Indonesia sekaligus memperkuat posisi negara sebagai tujuan utama teknologi bernilai tinggi.
Proyek ini diproyeksikan membutuhkan investasi fantastis dengan estimasi biaya mencapai Rp 895,6 triliun untuk mencapai kapasitas penuh 1 gigawatt, meskipun nilai resmi dari konsorsium belum diumumkan secara terbuka.
Ooredoo Group bertindak sebagai sponsor utama penyedia modal jangka panjang, sementara NVIDIA menyediakan keunggulan komputasi melalui GPU generasi terbaru dan Nokia berperan membangun jaringan infrastruktur berbasis AI yang aman.
Pembangunan tahap awal ditargetkan berjalan pada paruh pertama 2027 dengan kapasitas komputasi sebesar 200 megawatt.
Fasilitas ini nantinya akan mengintegrasikan ekosistem komputasi lengkap, mulai dari penyimpanan data hingga layanan GPU-as-a-Service bagi berbagai sektor industri di tanah air.
Selain infrastruktur, Zankore akan menjadi rumah bagi Sahabat-AI, yakni model bahasa besar atau Large Language Model yang mendukung berbagai bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Kehadiran pusat komputasi ini diharapkan mampu mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen teknologi menjadi pengembang ekosistem AI yang mandiri dan berdaulat.
Presiden and CEO Nokia, Justin Hotard, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk membangun platform infrastruktur AI tercanggih di Asia Tenggara dengan dukungan konektivitas yang tepercaya.
Senada dengan hal tersebut, Senior Vice President of Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, meyakini bahwa inisiatif ini akan mentransformasi berbagai industri dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi komunitas serta pelaku usaha di kawasan tersebut.
Meski memiliki potensi besar, pemerintah menyadari bahwa status sebagai hub AI regional membutuhkan kesiapan matang dalam aspek talenta digital, pasokan energi, dan regulasi yang kondusif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan bahwa penguasaan talenta digital merupakan faktor penentu utama untuk meningkatkan daya saing nasional di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.
Terkait kebutuhan energi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi pemanfaatan sumber energi domestik, termasuk target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.
Pemerintah juga tengah merampungkan Peta Jalan Artificial Intelligence Nasional dan Etika AI untuk memastikan tata kelola teknologi yang transparan, aman, dan berpusat pada manusia.
Langkah besar ini beriringan dengan pertumbuhan pesat industri pusat data nasional yang tercatat meningkat signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Pusat Data Indonesia, kapasitas pusat data nasional tumbuh melalui catatan berikut:
- Kapasitas pada tahun 2024 mencapai 288,99 megawatt.
- Kapasitas pada tahun 2025 meningkat menjadi 559,14 megawatt.
- Kapasitas pada tahun 2026 tercatat sebesar 637,24 megawatt.
Indonesia kini bersaing ketat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang juga tengah gencar memperkuat infrastruktur digital melalui berbagai proyek investasi strategis.
Ringkasan
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan konsorsium internasional yang terdiri dari Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA resmi memulai proyek pembangunan fasilitas AI Factory berkapasitas 1 gigawatt di Batang, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/8/2026) untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kecerdasan buatan di Asia Tenggara.
Proyek bernama Zankore by Indosat ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp895,6 triliun guna membangun ekosistem komputasi lengkap, termasuk penyediaan layanan GPU-as-a-Service dan pengembangan model bahasa besar Sahabat-AI yang mendukung berbagai bahasa daerah.
Tahap awal pembangunan dengan kapasitas 200 megawatt ditargetkan dimulai pada paruh pertama 2027, dengan pemerintah kini tengah menyiapkan dukungan infrastruktur energi, regulasi, serta peningkatan talenta digital untuk memastikan kemandirian teknologi nasional di tengah persaingan regional.





