Katadata Buka Akses Dua Ratus Ribu Rumah Subsidi

CEO Danantara Rosan Roeslani saat meluncurkan inisiatif perluasan akses rumah subsidi di Jakarta.
CEO Danantara Rosan Roeslani meluncurkan inisiatif perluasan akses kepemilikan rumah subsidi bagi masyarakat luas.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara meluncurkan inisiatif baru untuk memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat luas, termasuk kalangan generasi muda, melalui penyediaan ekosistem hunian dan pembiayaan yang terintegrasi pada Sabtu (8/8/2026).

Dilansir dari Katadata, CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan akses yang lebih mudah untuk membandingkan berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh informasi skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

Baca Juga

“Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memudahkan masyarakat memiliki rumah,” kata Rosan.

Menurut Rosan, dalam satu lokasi yang sama, calon pembeli nantinya dapat melihat beragam opsi hunian sekaligus mengakses alternatif pembiayaan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi individu.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus di Nusantara International Convention Exhibition, PIK, Jakarta.

Kegiatan pameran tersebut dirancang untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap lebih dari 200.000 pilihan hunian yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun non-penghasilan rendah.

Calon pembeli nantinya dapat melakukan konsultasi langsung dengan pihak pengembang, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta bank syariah untuk mendapatkan simulasi pembiayaan yang transparan.

Pihak penyelenggara telah menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan menarik, seperti uang muka mulai dari 1 persen, suku bunga atau margin mulai dari 2,75 persen, tenor cicilan hingga 30 tahun, serta skema angsuran bertahap.

Rosan berharap beragam pilihan pembiayaan tersebut dapat membantu masyarakat dalam menyesuaikan keputusan pembelian rumah dengan kondisi keuangan mereka agar lebih terjangkau.

“Rumah-rumah itu juga dirancang agar dapat dibeli masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik serta mekanisme pembayaran yang lebih baik,” ujar Rosan.

Inisiatif ini hadir sebagai respons atas tantangan kepemilikan hunian yang dipengaruhi oleh perubahan karakteristik penghasilan generasi muda di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 81 juta anak muda di Indonesia yang hingga saat ini belum memiliki hunian pribadi.

Selain itu, survei Deloitte tahun 2026 mencatat bahwa hampir 30 persen generasi Z memiliki pekerjaan sampingan, yang mengindikasikan bahwa sumber penghasilan generasi muda semakin beragam dan dinamis.

Rosan menegaskan bahwa perubahan pola kerja serta sumber penghasilan ini harus direspons dengan pendekatan pembiayaan yang jauh lebih adaptif dibandingkan sebelumnya.

Danantara saat ini terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara Badan Usaha Milik Negara properti, Himbara, serta lembaga pembiayaan guna menyederhanakan proses birokrasi dalam kepemilikan rumah pertama.

“Kolaborasi lintas-sektor ini menjadi penting agar masyarakat tidak lagi dihadapkan pada proses yang rumit ketika ingin memulai langkah memiliki rumah pertama,” kata Rosan.

Integrasi antara pilihan hunian, transparansi informasi, dan kemudahan akses pembiayaan diharapkan dapat memperluas jangkauan kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat secara lebih inklusif.

Ringkasan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meluncurkan inisiatif perluasan akses kepemilikan hunian pertama bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Jakarta, pada 27-30 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk mempermudah masyarakat, termasuk generasi muda, dalam mengakses lebih dari 200.000 pilihan hunian serta skema pembiayaan yang terintegrasi.

Pameran tersebut memfasilitasi calon pembeli untuk melakukan konsultasi langsung dengan pengembang dan perbankan terkait penawaran menarik, seperti uang muka mulai dari 1 persen, suku bunga mulai dari 2,75 persen, serta tenor cicilan hingga 30 tahun. Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab tantangan kepemilikan hunian bagi 81 juta anak muda di Indonesia yang belum memiliki rumah, dengan menyesuaikan skema pembiayaan terhadap karakteristik penghasilan generasi muda yang semakin dinamis.

Rekomendasi