Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara melalui Danantara Investment Management resmi menjalin kemitraan strategis dengan produsen protein global, JBS Group, lewat investasi ekuitas senilai US$2,5 miliar untuk menguasai 25% saham pada perusahaan patungan yang mengelola operasional di Australia dan Selandia Baru pada Kamis (7/8/2026).
Dilansir dari Katadata, kesepakatan ini mencakup kapasitas penghimpunan modal tambahan hingga US$2,5 miliar sehingga total dana yang dikelola perusahaan patungan tersebut mencapai US$5 miliar untuk mendanai berbagai proyek akuisisi maupun investasi baru di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, serta Selandia Baru.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan perwujudan dari strategi investasi perusahaan yang berfokus pada kolaborasi dengan mitra global di sektor-sektor dengan prospek jangka panjang.
“Kemitraan strategis ini mencerminkan komitmen Danantara Indonesia dalam membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi kami,” kata Pandu.
Menurut Pandu, kerja sama ini memberikan akses bagi Danantara terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional sekaligus membuka peluang transfer pengalaman serta jaringan distribusi dari salah satu perusahaan protein terbesar di dunia.
“Selain mendapatkan akses terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional yang maju, kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia,” ujar Pandu.
Pihak Danantara menilai bahwa investasi ini akan memberikan akses kepada Danantara Investment Management terhadap bisnis yang sudah berkembang pesat dan tim manajemen JBS yang memiliki rekam jejak kuat dalam menciptakan nilai melalui pertumbuhan bisnis serta kemampuan bertahan di tengah siklus industri yang berfluktuasi.
Global Chief Executive Officer JBS, Gilberto Tomazoni, menyebutkan bahwa kemitraan dengan Danantara merupakan elemen krusial dalam strategi ekspansi perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
“Kemitraan dengan Danantara Indonesia menandai langkah penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang kami di Asia Tenggara,” kata Gilberto.
Gilberto menambahkan bahwa melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak berada pada posisi yang tepat untuk memperluas kehadiran di Indonesia, memperkuat rantai pasok protein regional, memperluas akses pasar, serta mempercepat pengembangan sektor protein nasional.
Danantara menegaskan bahwa penyelesaian transaksi tersebut saat ini masih menunggu persetujuan dari pihak regulator serta pemenuhan berbagai persyaratan yang lazim dalam transaksi investasi berskala besar.
Perusahaan menyatakan komitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh tahapan transisi tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku di wilayah operasional terkait.
Ringkasan
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menjalin kemitraan strategis dengan produsen protein global JBS Group melalui investasi ekuitas senilai US$2,5 miliar pada Kamis (7/8/2026) untuk memperkuat ekosistem protein di Indonesia dan kawasan regional.
Kesepakatan ini mencakup pembentukan perusahaan patungan yang mengelola operasional di Australia dan Selandia Baru dengan total dana kelolaan mencapai US$5 miliar, yang akan digunakan untuk mendanai proyek akuisisi serta investasi baru di Indonesia, Asia Tenggara, dan wilayah operasional lainnya.
Kemitraan ini bertujuan untuk memberikan akses bagi Danantara terhadap jaringan distribusi dan keahlian global JBS, sekaligus mempercepat pengembangan sektor protein nasional melalui transfer pengalaman dan penguatan rantai pasok regional, dengan penyelesaian transaksi yang saat ini masih menunggu persetujuan regulator.





