Pemerintah Bangun Dua Pabrik Metanol Baru

Bisnistalk.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia akan membangun dua pabrik metanol di Jawa Timur dan Kalimantan Timur untuk mendukung implementasi biodiesel B50 yang mulai berlaku Kamis (9/7).

Metanol merupakan komponen krusial dalam produksi biodiesel, bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak nabati atau hewani dan berfungsi sebagai pengganti sebagian solar pada mesin diesel.

Baca Juga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pabrik di Jawa Timur, tepatnya di Bojonegoro, akan menggunakan gas sebagai bahan baku, sementara pabrik di Kalimantan Timur akan memanfaatkan hilirisasi batu bara.

Pembangunan pabrik ini mendesak mengingat ketersediaan metanol menjadi salah satu tantangan dalam implementasi B50, yang diperkirakan meningkatkan kebutuhan metanol hingga sekitar 2,5 juta ton per tahun.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar Indonesia menjajaki peningkatan kadar campuran biodiesel menjadi B60 melalui riset yang matang.

Pabrik metanol di Jawa Timur merupakan proyek kolaborasi antara Pertamina New and Renewable Energy dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PT Perkebunan Nusantara.

Proyek yang berlokasi di Banyuwangi ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi bioetanol berbasis tebu sebesar 30 ribu KL per tahun, yang berpotensi mengurangi kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) dan etanol.

Pembangunan Pabrik Bioetanol Glenmore diperkirakan akan membuka lapangan kerja bagi lebih dari 4 ribu tenaga kerja lokal dan petani tebu, serta mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 25% dalam proses pembangunannya.

Program ini juga diproyeksikan dapat berkontribusi pada pengurangan emisi tahunan sebesar 66 ribu ton setara CO2.

Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50.

Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri,” kata Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa percepatan penggunaan biodiesel telah didorong sejak sebelum masa jabatannya, dan setelah dilantik, ia melanjutkan upaya tersebut dengan menargetkan peningkatan bauran biodiesel dari B40 hingga B100.

Menurut para menteri, implementasi B50 memungkinkan Indonesia untuk tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.

“Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” ujar Prabowo.

Rekomendasi