Jakarta, Bisnistalk.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan nada kurang menggembirakan pada perdagangan Senin, 23 Juni 2026.
Mengacu pada data Stockbit pukul 09:00 WIB, indeks acuan bursa saham Indonesia itu dibuka di level 6.096,50, turun 0,33% dari posisi sebelumnya.
Awal pekan memang sering jadi momen yang cukup sensitif bagi pasar, dan pagi ini IHSG langsung menunjukkan warna merah.
IHSG Dibuka Melemah
IHSG tercatat dibuka pada level 6.096,50, terkoreksi 0,33% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang berada di 6.116,69.
Dalam hitungan awal perdagangan, aktivitas pasar juga sudah mulai terlihat. Hingga pukul 09:00 WIB, volume perdagangan mencapai 484,60 juta saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp404,26 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 51,91 ribu kali.
Angka-angka ini memberi gambaran bahwa pasar tetap bergerak aktif, meski indeksnya berada di zona merah.
Kurs Rupiah Masih Stabil
Dari sisi nilai tukar, rupiah pagi ini terpantau belum bergerak dari posisinya terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Stockbit, rupiah bertahan di level Rp17.814 per dolar AS, sama seperti penutupan sebelumnya.
Kondisi stagnan seperti ini sering membuat pelaku pasar menunggu arah berikutnya dengan lebih hati-hati. Tidak naik, tidak turun. Masih diam di tempat.
Mayoritas Bursa Asia Menguat
Di kawasan Asia, suasananya justru lebih cerah. Mayoritas bursa saham terpantau bergerak di zona hijau pada pagi hari ini.
Data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan beberapa indeks utama menguat, meski dengan besaran yang berbeda-beda.
Berikut pergerakannya:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,07% ke level 72.404,37
- Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,13% ke level 23.800,02
- Indeks SSE Composite di China melesat 1,54% ke level 4.153,59
- Indeks Straits Times di Singapura terapresiasi 0,20% ke level 5.214,44
Jika dilihat sekilas, arah pasar Asia pagi ini cukup beragam, tetapi lebih banyak yang bergerak positif. SSE Composite di China bahkan tampil paling menonjol dengan kenaikan 1,54%, jauh di atas indeks lain di kawasan tersebut.
Sementara itu, Nikkei 225, Hang Seng, dan Straits Times sama-sama mencatat penguatan tipis. Situasi seperti ini sering membuat pergerakan pasar regional terasa tidak seragam, namun tetap memberi sentimen yang layak dicermati oleh investor di awal perdagangan.




