Saham RANS Raffi Ahmad Melonjak 34,12% Saat Debut

Bisnistalk.com, – Jakarta – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten industri hiburan yang dimiliki oleh pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, secara resmi mencatatkan saham perdananya melalui aksi penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7).

Pada debut perdananya, saham RANS dibuka melesat 34,12% hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke level Rp 228 dari harga penawaran.

Baca Juga

ARA merupakan batas kenaikan harga saham tertinggi yang diperbolehkan dalam satu hari perdagangan.

Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Perseroan mematok harga penawaran dengan kisaran Rp 135-170 per saham, dengan harga teratas ditetapkan Rp 170 per saham, memproyeksikan penghimpunan dana segar mencapai Rp 429,25 miliar.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, menyatakan bahwa tantangan industri hiburan adalah bagaimana kreativitas dapat berkembang secara intelektual, dikelola dengan profesional, dan menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” kata Nagita dalam seremoni IPO RANS di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7).

Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menambahkan bahwa aksi IPO ini menjadi titik awal perjalanan perseroan untuk tumbuh, transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham.

“Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Raffi.

Sebagian dana IPO akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 6,98%.

Sebanyak 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland.

Porsi terbesar lainnya, yaitu 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.

Sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kemudian, 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina).

Sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RNS demi mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.

Berdasarkan prospektus, terdapat tujuh anak usaha RANS hingga saat ini tercatat tidak beroperasi.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari restoran, penyelenggara acara (event organizer), klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, hingga jasa dan perdagangan.

Kinerja keuangan RANS Entertainment Indonesia merosot sepanjang 2025, dengan pendapatan anjlok 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dari Rp 410,49 miliar pada 2024.

Penurunan tersebut dipicu oleh menurunnya pendapatan dari segmen brand ambassador dan talent management yang anjlok 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar.

Pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp 107 miliar.

Perseroan tidak lagi memperoleh kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024.

Laba bersih RANS ikut merosot 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar pada 2025, dari Rp 97,07 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan menjelaskan penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh tingginya basis perbandingan pada 2024 yang ditopang keuntungan non-recurring sebesar Rp 44,94 miliar dari pelepasan entitas anak.

Pada periode yang sama, perusahaan juga membukukan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp 10,46 miliar.

Rekomendasi