Padang – DPR RI mendukung rencana pemerintah merampingkan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi prosesnya diminta tetap mengutamakan kepentingan pekerja dan publik. Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh menilai integrasi sekitar seribuan entitas BUMN menjadi sekitar 250 perusahaan melalui skema holding dan merger harus dijalankan secara profesional, terukur, dan tanpa menimbulkan gejolak.
Rahmat menegaskan, restrukturisasi besar yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja. “Langkah strategis ini wajib mempertahankan kepentingan masyarakat yang utamanya.Kemudian juga bagaimana jangan sampai menghilangkan hak para pegawai, bahkan berujung PHK,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan awak media di Damar Shaker, kawasan Pantai Padang, Kota Padang, Minggu (2/8/2026).
Ia menyebut penyederhanaan ribuan perusahaan pelat merah itu bertujuan membentuk korporasi negara yang lebih lincah, sehat, dan transparan. Namun, Rahmat mengingatkan bahwa efisiensi BUMN bukan sekadar soal pemangkasan anggaran, melainkan pekerjaan berat yang memerlukan pengelolaan profesional.Menurut dia, transformasi di Holding Pertamina menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan penataan BUMN secara nasional. “Efisiensi itu bukan kerja mudah. Itu kerja berat. kerja Danantara akan berhasil memenuhi harapan Presiden jika berhasil melakukan penataan dan penyederhanaan BUMN salah satunya di holding Pertamina,” katanya.
Rahmat juga memastikan DPR RI akan mengawal proses tersebut melalui fungsi pengawasan dengan berpegang pada prinsip good corporate governance (GCG). Ia menegaskan, perampingan struktur harus berdampak pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, bukan sebaliknya.
Ia berharap transformasi BUMN melahirkan perusahaan negara yang lebih profesional, efisien, dan berdaya saing. “Dengan begitu, perusahaan-perusahaan plat merah tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional tanpa sedikit pun mengabaikan kesejahteraan para pekerjanya,” ujarnya.





