Danantara Uji Coba Hilirisasi PTPN Secara Bertahap

Kepala BP BUMN Dony Oskaria memimpin rapat koordinasi hilirisasi PTPN bersama jajaran direksi
Kepala BP BUMN Dony Oskaria memimpin rapat koordinasi percepatan hilirisasi sektor perkebunan bersama direksi PTPN Group.

Jakarta – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara secara resmi mendorong percepatan hilirisasi sektor perkebunan melalui PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group guna memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pada Kamis (6/8/2026).

Dilansir dari Katadata, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memimpin rapat koordinasi bersama jajaran direksi PTPN Group untuk membahas kesiapan implementasi program tersebut.

Baca Juga

Pertemuan tersebut secara khusus menyoroti pentingnya perencanaan matang, riset mendalam, serta penyusunan model bisnis yang terukur sebelum program hilirisasi dijalankan secara luas.

Dony menekankan bahwa setiap proyek hilirisasi wajib melalui tahap uji coba dalam skala kecil untuk memastikan potensi keberhasilan dan kelayakan investasi sebelum ditingkatkan menjadi skala besar.

“Sebelum kita mulai yang skala besar, teman-teman mesti trial dulu di skala kecil; success rate-nya harus dilihat dulu, begitu juga return on investment yang bisa dicapai,” kata Dony.

Setiap keputusan investasi nantinya harus didukung oleh studi kelayakan komprehensif, mencakup perhitungan produktivitas lahan serta proyeksi return on investment secara akurat.

Aspek lingkungan juga menjadi pertimbangan krusial agar seluruh pengembangan proyek tidak mengganggu fungsi kawasan resapan air yang ada di sekitar area perkebunan.

Pendekatan bertahap ini dinilai perlu dilakukan agar investasi hilirisasi mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara sekaligus meminimalkan risiko kegagalan proyek di masa depan.

Program hilirisasi di lingkungan PTPN Group merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan di dalam negeri.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan, menekan ketergantungan terhadap impor komoditas strategis, serta meningkatkan daya saing industri nasional secara signifikan.

BP BUMN dan Danantara menargetkan pengembangan hilirisasi ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan sektor perkebunan demi memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Pihak manajemen PTPN Group kini tengah menyusun langkah teknis untuk merealisasikan arahan tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Proses evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap tahapan operasional berjalan selaras dengan target efisiensi yang diharapkan oleh pihak pengelola BUMN.

Ringkasan

Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara resmi mendorong percepatan hilirisasi sektor perkebunan melalui PTPN Group pada Kamis (6/8/2026) di Jakarta, untuk memperkuat ketahanan pangan serta energi nasional sekaligus menekan ketergantungan impor.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa seluruh proyek hilirisasi wajib melalui tahap uji coba skala kecil untuk memastikan tingkat keberhasilan dan kelayakan investasi sebelum diimplementasikan secara luas.

Langkah strategis ini mengharuskan adanya studi kelayakan komprehensif, perhitungan produktivitas lahan, serta pertimbangan aspek lingkungan untuk meminimalkan risiko kegagalan dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

Rekomendasi