Jakarta – Bursa Efek Indonesia berencana memperluas keterbukaan informasi dengan menambahkan kolom status afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1% untuk meningkatkan transparansi pasar modal pada Senin (10/8/2026).
Dilansir dari Katadata, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa langkah tersebut bertujuan memudahkan investor dalam mencermati struktur kepemilikan emiten secara lebih mendalam.
Pada tahap awal publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, bursa saat ini hanya mencantumkan nama pemegang saham saja.
Ke depan, bursa akan menambahkan informasi mengenai tipe investor yang memiliki saham tersebut untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada publik.
“Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1% ini terafiliasi atau tidak terafiliasi,” kata Jeffrey.
Penambahan informasi tersebut diharapkan dapat membuat publik lebih mudah memahami data kepemilikan saham yang tersedia.
Pihak bursa berkomitmen untuk terus mengembangkan kualitas layanan informasi guna mendukung kebutuhan para investor.
“Sehingga publik akan lebih mudah menggunakan data tersebut, demikian juga dengan informasi lainnya,” ujar Jeffrey.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya bursa dalam membangun fondasi pasar modal yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Kebijakan ini juga selaras dengan target pengembangan bursa yang telah disusun hingga tahun 2030 mendatang.
Sebelumnya, bursa telah membuka data kepemilikan saham di atas 1%, yang sebelumnya hanya terbatas pada data kepemilikan di atas 5%.
Keterbukaan data ini merupakan salah satu dari delapan program reformasi integritas pasar modal yang digencarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama self regulatory organization.
Target Ambisius Bursa Hingga 2030
Manajemen bursa telah menetapkan visi untuk membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Pada tahun 2030, BEI menargetkan kapitalisasi pasar dapat mencapai sedikitnya Rp 30.000 triliun.
Nilai transaksi harian rata-rata diproyeksikan mampu mencapai angka Rp 31 triliun.
Jumlah perusahaan tercatat ditargetkan melampaui 1.100 emiten dengan total investor pasar modal menembus lebih dari 35 juta pihak.
Kapitalisasi pasar tersebut diharapkan dapat mencerminkan nilai yang setara dengan lebih dari 83% produk domestik bruto nasional.
“Ini adalah resolusi kami untuk mengantisipasi masa depan, kami sudah mencanangkan apa yang harus dicapai oleh Bursa Efek Indonesia di tahun 2030,” tutur Jeffrey.
Data perdagangan intraday menunjukkan volume transaksi mencapai 27,73 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,44 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,6 juta transaksi dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp 11.204 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan pada saat yang sama terpantau mengalami koreksi sebesar 0,28% ke level 6.391.
Ringkasan
Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah kolom status afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1% mulai Senin (10/8/2026) guna meningkatkan transparansi dan kemudahan investor dalam memantau struktur kepemilikan emiten.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa penambahan informasi mengenai hubungan afiliasi ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih utuh bagi publik dibandingkan data yang saat ini hanya mencantumkan nama pemegang saham.
Kebijakan ini merupakan bagian dari delapan program reformasi integritas pasar modal yang selaras dengan target ambisius BEI untuk mencapai kapitalisasi pasar sebesar Rp 30.000 triliun pada tahun 2030.





