Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah bersiap mengumumkan sosok yang akan memimpin Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) seiring dengan percepatan operasional lembaga tersebut pada Rabu (12/8/2026).
Dilansir dari Katadata, dua nama yang mencuat sebagai kandidat kuat untuk menduduki jabatan Gubernur PFII adalah Muliaman Hadad dan Pahala Nugraha Mansury.
Muliaman Hadad saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia.
Rekam jejaknya mencakup posisi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan serta Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Ia juga pernah mengabdi sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Swiss merangkap Liechtenstein selama periode 2018 hingga 2023.
Sementara itu, Pahala Nugraha Mansury kini menjabat sebagai Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia.
Sebelumnya, ia pernah bertugas sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada rentang waktu 2023 hingga 2024.
Karier profesionalnya juga mencakup posisi strategis di berbagai Badan Usaha Milik Negara, termasuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk dan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa kandidat gubernur tersebut berasal dari kalangan internal pemerintah.
“Calonnya sudah ada, dari dalam pemerintah,” kata Airlangga.
Pemerintah saat ini masih mematangkan struktur organisasi lembaga sebelum mengumumkan sosok pemimpin secara resmi kepada publik.
Penetapan kepengurusan akan dilakukan setelah seluruh tahapan pembentukan lembaga selesai sesuai dengan mekanisme yang telah disusun.
Kajian Lokasi Operasional
Pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah lokasi strategis untuk mendukung fungsi operasional PFII ke depannya.
Salah satu opsi yang sedang dimatangkan terletak di kawasan milik InJourney yang berada di dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Jakarta juga tetap menjadi salah satu opsi lokasi utama yang masuk dalam pertimbangan awal pemerintah.
Proyeksi pengembangan lembaga ini mencakup beberapa poin strategis sebagai berikut:
- Purbaya optimistis dana asing yang masuk ke PFII berpotensi menembus angka Rp 500 triliun.
- Pemerintah tengah mengkaji urgensi pembentukan regulator keuangan khusus di dalam lingkup PFII.
- Airlangga menyebutkan bahwa operasional PFII kemungkinan besar akan tersebar di dua lokasi, yakni Jakarta dan Bali.
Ringkasan
Pemerintah Indonesia tengah bersiap mengumumkan Muliaman Hadad dan Pahala Nugraha Mansury sebagai kandidat kuat Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjelang percepatan operasional lembaga tersebut pada Rabu (12/8/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa calon pemimpin tersebut berasal dari kalangan internal pemerintah, sementara proses pematangan struktur organisasi saat ini masih terus dilakukan.
Selain penentuan kepemimpinan, pemerintah juga sedang mengkaji lokasi operasional PFII dengan mempertimbangkan Jakarta serta kawasan milik InJourney di dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, untuk mendukung target penarikan dana asing hingga Rp500 triliun.




