Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengantongi sosok calon Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk mempercepat operasional lembaga tersebut, Rabu (12/8/2026).
Dilansir dari Katadata, penentuan figur pemimpin ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mematangkan struktur organisasi lembaga keuangan baru di Indonesia.
“Calonnya sudah ada, dari dalam pemerintah,” kata Airlangga Hartarto.
Proses pembentukan PFII saat ini menjadi prioritas utama pemerintah sebelum nantinya struktur organisasi dan jabatan gubernur diumumkan secara resmi kepada masyarakat luas.
Meskipun identitas calon gubernur telah disiapkan, pihak pemerintah belum bersedia membeberkan nama individu yang bersangkutan ke hadapan publik.
Kepastian mengenai figur pemimpin tersebut baru akan disampaikan setelah seluruh tahapan pembentukan kelembagaan selesai sesuai dengan mekanisme yang telah dirancang sebelumnya.
Selain persoalan kepemimpinan, pemerintah kini tengah mengevaluasi lokasi kantor pusat yang dinilai paling strategis untuk menjalankan fungsi operasional lembaga.
Pemerintah sedang mempertimbangkan beberapa opsi lokasi potensial, termasuk lahan milik InJourney yang terletak di dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Opsi penempatan kantor untuk periode awal juga mencakup wilayah Jakarta, namun pemerintah belum memberikan keputusan final mengenai lokasi tersebut.
Beberapa alternatif lokasi yang sedang dalam tahap kajian mendalam antara lain kawasan Danareksa di Jakarta serta sejumlah area lain yang dianggap memiliki nilai strategis bagi ekosistem finansial.
“Salah satu yang dipertimbangkan kan ada wilayahnya Injourney di Bali, dekat airport, tetapi ada, untuk periode awal di Jakarta juga dipertimbangkan,” kata Airlangga Hartarto.
Seluruh keputusan mengenai lokasi kantor dan penunjukan gubernur akan ditetapkan secara formal segera setelah kelembagaan resmi terbentuk untuk menjamin kelancaran transisi.
Terkait jadwal pengumuman lebih lanjut, publik diminta untuk menyimak pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai Nota Keuangan dalam waktu dekat.
Proses ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta keuangan global melalui dukungan infrastruktur dan manajemen kelembagaan yang solid.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan pembentukan PFII berjalan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna menyelaraskan visi operasional lembaga dengan kebutuhan pasar finansial nasional maupun internasional.
Pengembangan PFII menjadi langkah krusial dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi masuk ke dalam negeri.
Segala informasi mengenai perkembangan terkini akan disampaikan oleh kementerian terkait setelah proses internal pemerintah mencapai tahap finalisasi.





