Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup dalam dengan ditutup terkoreksi 1,53% ke level 6.267 pada perdagangan Selasa (11/8/2026), dipicu oleh antisipasi investor menjelang pengumuman rebalancing periode Agustus dari MSCI.
Dilansir dari Katadata, pelemahan indeks utama domestik ini didorong oleh aksi jual masif pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor industri yang mencatatkan penurunan sektoral terdalam sebesar 3,49%.
Sentimen negatif turut menyelimuti pergerakan saham perbankan papan atas yang mayoritas berakhir di zona merah.
Saham PT Bank Central Asia Tbk tertekan 1,18% ke posisi Rp 6.300 per lembar.
Tekanan serupa dialami PT Bank Mandiri Tbk yang terkoreksi 1,44% ke level Rp 4.120.
PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatatkan pelemahan lebih dalam sebesar 2,74% hingga bertengger di harga Rp 3.550.
Di sisi lain, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tercatat stagnan pada penutupan perdagangan di level Rp 3.090.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatat nilai transaksi sebesar Rp 14,51 triliun dengan volume mencapai 35,4 miliar saham yang berpindah tangan.
Data bursa menunjukkan adanya transaksi crossing besar pada saham DSSA senilai Rp 1,29 triliun dengan rata-rata harga Rp 974 per saham.
Transaksi crossing juga terjadi pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk senilai Rp 400,9 miliar dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk dengan nilai Rp 110,7 miliar.
Secara keseluruhan, sebanyak 542 saham berakhir di zona merah, berbanding terbalik dengan 141 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 108 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Sektor industri menjadi pemberat utama indeks, di mana PT Astra International Tbk turun 2,60% ke Rp 4.870, diikuti PT Bakrie & Brothers Tbk yang anjlok 5,71% ke Rp 99, serta PT Singaraja Putra Tbk yang terkoreksi 4,96% ke Rp 6.700.
Berbeda dengan tren mayoritas, sektor kesehatan justru mampu menguat 0,19% didorong oleh kenaikan saham PT Kalbe Farma Tbk sebesar 1,91% ke Rp 800 dan PT Siloam International Hospitals Tbk yang tumbuh 1,69% ke Rp 2.400.
Kondisi serupa terjadi di pasar regional Asia, di mana indeks Shanghai Composite melemah 0,82% ke level 3.934 dan Hang Seng turun 1,10% ke level 25.652, meskipun indeks Nikkei Jepang berhasil menguat 2,08% ke level 66.970.
Beberapa emiten mencatatkan kinerja positif sebagai top gainers, antara lain:
- PT Fast Food Tbk menguat 14,84% ke level 418.
- PT Wijaya Karya Beton Tbk naik 12% ke level 84.
- PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan kenaikan 6,94% ke level 77.
Sementara itu, daftar top losers hari ini didominasi oleh saham-saham berikut:
- PT Multipolar Technology Tbk turun 9,12% ke level 1.445.
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk melemah 7,02% ke level 795.
- PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk terkoreksi 6,32% ke level 89.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,53% ke level 6.267 pada perdagangan Selasa (11/8/2026) akibat aksi jual investor yang mengantisipasi pengumuman rebalancing MSCI periode Agustus.
Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual masif pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor industri yang mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,49%, serta tekanan pada mayoritas saham perbankan papan atas.
Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 14,51 triliun dengan 542 saham berakhir di zona merah, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mampu menguat di tengah sentimen negatif pasar regional Asia.





