Ekonom Bank Danamon memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,18 persen, yang didorong oleh belanja pemerintah dan investasi. Namun, Bank Dunia mengingatkan perlunya reformasi struktural agar pertumbuhan tetap berkelanjutan di atas angka 5 persen.
Ekonom Bank Danamon memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,18 persen, yang didorong oleh belanja pemerintah dan investasi. Namun, Bank Dunia mengingatkan perlunya reformasi struktural agar pertumbuhan tetap berkelanjutan di atas angka 5 persen.
Berita Terkait
Tag: Investasi
Samuel Sekuritas Siapkan Lima Emiten Melantai di Bursa
PT Samuel Sekuritas Indonesia tetap menargetkan lima perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini meski kondisi pasar modal sedang fluktuatif. Rencana ini terus berjalan dengan memantau kesiapan internal emiten serta dinamika pasar demi mendapatkan valuasi yang optimal.
Saham Microsoft dan Produsen Cip Dongkrak Bursa Wall Street
Bursa Wall Street kembali menguat berkat lonjakan saham Microsoft dan sektor semikonduktor yang memicu optimisme investor. Kenaikan signifikan ini menjadi pembalikan arah setelah pasar sempat tertekan oleh kekhawatiran inflasi dan kenaikan imbal hasil obligasi pada perdagangan sebelumnya.
Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lima Persen Tahun Ini
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas 5 persen tahun ini meski dihadapkan pada tantangan suku bunga tinggi. Akselerasi belanja negara dan penguatan investasi menjadi motor penggerak utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis Rekomendasikan Empat Saham Saat IHSG Rawan Terkoreksi
IHSG diproyeksikan terkoreksi hari ini akibat tekanan jual, pelemahan rupiah, serta sentimen kebijakan moneter global. Di tengah kondisi pasar yang cenderung sideways, analis merekomendasikan sejumlah saham pilihan seperti ADMR, TPIA, UNVR, BFIN, GGRM, ELSA, dan WIIM untuk dicermati investor.
Trimegah Sekuritas Jajaki Penawaran Umum Perdana Saham Baru
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk rencana penawaran umum perdana saham pada semester II 2026. Di tengah kondisi pasar yang menantang, bisnis penjaminan emisi obligasi perusahaan justru mencatatkan pertumbuhan yang lebih stabil.
IHSG Sesi Pertama Melemah Tipis Saat Transaksi Capai Triliunan
IHSG ditutup melemah tipis 0,04% ke level 6.183 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (28/7). Meski diwarnai tekanan jual dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,22 triliun, sejumlah saham emiten besar tetap menunjukkan kinerja positif di tengah sentimen negatif bursa regional Asia.
Happy Hapsoro Borong 3,45 Juta Saham SINI Senilai Rp17,26 Miliar
Pengusaha Hapsoro Sukmonohadi menambah kepemilikan saham di PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sebanyak 3,45 juta lembar senilai Rp17,26 miliar. Aksi ini dilakukan sebagai langkah investasi untuk memperkuat posisi kendali di tengah ekspansi perusahaan ke sektor pertambangan batu bara di Kalimantan.
IHSG Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung Sesi Pertama
IHSG anjlok 1,75% ke level 6.234 pada sesi pertama perdagangan Jumat akibat aksi ambil untung investor dan kenaikan harga minyak dunia. Seluruh sektor saham bergerak di zona merah, dengan indeks LQ45 turut melemah 1,66% di tengah tekanan jual pada emiten perbankan dan energi.
IHSG Anjlok 1,88 Persen, Saham CUAN Hingga TINS Melemah
IHSG ditutup anjlok 1,88 persen ke level 6.196 pada perdagangan Jumat akibat tekanan jual masif yang melanda seluruh sektor. Pelemahan ini sejalan dengan tren koreksi bursa Asia, di mana saham-saham berkapitalisasi besar hingga emiten seperti TINS dan CUAN turut mencatatkan penurunan signifikan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.


