Trimegah Sekuritas Jajaki Penawaran Umum Perdana Saham Baru

Gedung perkantoran PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk di Jakarta
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk rencana IPO di semester II.

Jakarta – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) saat ini tengah menjajaki komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan yang berpotensi melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk semester II pada Rabu (29/7/2026).

Dilansir dari Katadata, Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo, mengungkapkan bahwa seluruh pembahasan mengenai rencana aksi korporasi tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum ada calon emiten yang dapat diumumkan secara resmi ke publik.

Baca Juga

Pihaknya mengaku masih aktif berdiskusi dengan berbagai perusahaan yang tengah mempertimbangkan opsi untuk melantai di bursa, meskipun proses tersebut belum memasuki tahapan yang memungkinkan untuk dipublikasikan kepada khalayak luas.

“Ada pembicaraan dengan emiten, namun sifatnya masih diskusi dan belum bisa diungkapkan,” kata Anung.

Berbeda dengan dinamika pasar saham, Anung menuturkan bahwa pipeline bisnis obligasi saat ini dinilai jauh lebih jelas dan terukur bagi perusahaan sekuritas.

Banyak perusahaan kini cenderung memanfaatkan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) maupun penerbitan surat utang baru yang saat ini sedang dalam proses menunggu status praefektif.

Penerbitan obligasi dinilai memiliki tingkat stabilitas yang lebih tinggi karena mayoritas emiten telah memiliki program pendanaan berkelanjutan yang sudah terencana dengan matang.

Sepanjang tahun 2026, perusahaan ini telah sukses mengantarkan dua entitas bisnis untuk melantai di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk.

Anung menilai bahwa saham-saham hasil IPO tetap menjadi instrumen investasi yang menarik bagi banyak pihak, terutama bagi para investor ritel yang mengharapkan potensi kenaikan harga pada awal masa perdagangan.

Dua perusahaan yang sebelumnya ditangani oleh Trimegah Sekuritas terbukti mencatatkan kenaikan harga saham segera setelah resmi diperdagangkan di bursa.

“Setelah itu pergerakannya tentu mengikuti mekanisme pasar, namun yang selama ini kami tangani selalu mengalami kenaikan pada tahap awal,” ujar Anung.

Ia menambahkan bahwa komposisi investasi pada saham IPO sangat bergantung pada profil risiko serta strategi yang diterapkan oleh masing-masing investor.

Minat perusahaan untuk melakukan IPO saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi pasar saham yang dinilai masih cukup menantang bagi para pelaku bisnis.

Sebagian besar emiten memilih untuk bersikap hati-hati dan menunggu momentum pasar yang lebih kondusif agar mampu meraih valuasi yang optimal saat pencatatan saham perdana.

Sementara itu, bisnis penjaminan emisi obligasi yang dijalankan oleh Trimegah Sekuritas justru menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun ini.

“Bisnis obligasi kami secara year to date meningkat dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu,” kata Anung.

Ringkasan

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) tengah menjajaki komunikasi intensif dengan sejumlah calon emiten untuk rencana penawaran umum perdana saham (IPO) pada semester II tahun 2026. Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo, menyatakan bahwa proses tersebut masih berada pada tahap awal diskusi sehingga belum ada perusahaan yang dapat diumumkan secara resmi.

Berbeda dengan ketidakpastian di pasar saham, lini bisnis penjaminan emisi obligasi perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun ini karena dianggap lebih stabil dan terukur bagi emiten. Banyak perusahaan saat ini cenderung memilih skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) atau penerbitan surat utang baru sambil menunggu momentum pasar saham yang lebih kondusif.

Sepanjang 2026, Trimegah Sekuritas telah berhasil mengantarkan PT Nitrasanata Dharma Tbk dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk melantai di Bursa Efek Indonesia. Meskipun minat IPO dipengaruhi oleh kondisi pasar yang menantang, saham-saham hasil penawaran perdana tersebut tetap dinilai menarik bagi investor ritel karena potensi kenaikan harga pada awal masa perdagangan.

Rekomendasi