Jakarta – Pengusaha nasional Hapsoro Sukmonohadi kembali memperkuat posisinya di PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dengan membeli 3,45 juta lembar saham pada Kamis (23/7/2026).
Dilansir dari Katadata, transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme pembelian langsung dengan harga pelaksanaan Rp 5.000 per saham yang menelan biaya mencapai Rp 17,26 miliar.
“Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi,” kata Hapsoro dalam laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.
Langkah pembelian tersebut menjadikan total kepemilikan saham Hapsoro di emiten yang juga melibatkan konglomerat Prajogo Pangestu itu meningkat menjadi 46,74 juta saham.
Meskipun jumlah unit saham bertambah, porsi hak suara Hapsoro tercatat mengalami penurunan dari 9% menjadi 3,89%.
Perubahan persentase kepemilikan ini terjadi akibat dilusi setelah perseroan melakukan aksi korporasi berupa hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue beberapa waktu lalu.
Pada saat rights issue berlangsung, Hapsoro tidak mengeksekusi seluruh haknya dan mengalihkan sebagian kepada investor strategis serta pembeli siaga demi mendukung pendanaan akuisisi anak usaha PT Petrosea Tbk, yakni PT Kemilau Mulia Sakti.
Dokumen resmi perusahaan menegaskan bahwa Hapsoro tetap memegang status sebagai pengendali dan berkomitmen mempertahankan kendali atas perseroan ke depan.
Aksi akumulasi saham ini dibaca pasar sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan setelah struktur permodalan berubah signifikan pasca-transaksi senilai Rp 3,6 triliun.
SINI Bersiap Menjadi Penguasa Batu Bara
PT Singaraja Putra Tbk saat ini tengah memperluas pengaruhnya dalam industri pertambangan batu bara di wilayah Kalimantan.
Strategi ekspansi ini dijalankan melalui pengambilalihan 99% saham PT Kemilau Mulia Sakti dari tangan PT Petrosea Tbk dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,73 triliun.
Akuisisi tersebut dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya setara dengan 110,26% dari total aset perusahaan saat ini.
Langkah strategis ini memberikan akses langsung bagi SINI terhadap tambang batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur, melalui PT Cristian Eka Pratama.
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, aset baru tersebut memiliki cadangan batu bara sebesar 69,25 juta ton yang tersebar di area konsesi seluas 4.776 hektare.
Sinergi antara aset di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional serta standar infrastruktur pertambangan perusahaan.
“Secara umum, akuisisi KMS berpotensi memberikan dampak positif terhadap usaha pertambangan batu bara perseroan melalui peningkatan aset, cadangan, kapasitas produksi, dan pertumbuhan laba,” sebut manajemen dalam keterbukaan informasi.
Selain menjadi pihak penjual aset, PT Petrosea Tbk juga masih mempertahankan perannya sebagai kontraktor pertambangan bagi anak usaha SINI, yakni PT Pasir Bara Prima, hingga tahun 2032.
Ringkasan
Pengusaha Hapsoro Sukmonohadi menambah kepemilikan sahamnya di PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sebanyak 3,45 juta lembar senilai Rp17,26 miliar pada Kamis (23/7/2026) dengan tujuan investasi. Transaksi ini memperkuat posisi Hapsoro sebagai pengendali di tengah upaya perusahaan melakukan ekspansi bisnis di sektor batu bara.
Meskipun jumlah saham bertambah menjadi 46,74 juta lembar, persentase hak suara Hapsoro mengalami dilusi dari 9% menjadi 3,89% akibat aksi korporasi rights issue sebelumnya. Langkah ini dilakukan sembari perusahaan berupaya mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti senilai Rp1,73 triliun untuk memperluas konsesi tambang di Kalimantan Timur.
Akuisisi tersebut memberikan akses bagi SINI terhadap cadangan batu bara sebesar 69,25 juta ton, yang diproyeksikan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pertumbuhan laba perusahaan secara signifikan di masa depan.





