Jakarta – PT Niramas Utama Tbk (JELI) atau Inaco memberikan klarifikasi resmi terkait aksi jual panik investor yang menyebabkan harga saham perusahaan anjlok hingga 8% pada perdagangan hari Rabu (29/7/2026).
Dilansir dari Katadata, tekanan jual tersebut dipicu oleh kemunculan penawaran jual sebanyak 68 juta lot saham yang melampaui total saham beredar.
Corporate Secretary Niramas Utama, Felicia Novianti Lukman, menjelaskan bahwa jumlah penawaran jual tersebut jauh lebih besar dibandingkan total saham JELI yang tercatat sebanyak 12,66 juta lot.
Angka penawaran tersebut juga sangat kontras dengan jumlah saham yang beredar di pasar atau free float yang hanya mencapai 2,66 juta lot.
Perseroan menyatakan bahwa persepsi negatif di pasar menjadi pemicu utama tekanan jual yang menyebabkan pergerakan harga saham JELI menjadi tidak wajar.
“Sehubungan dengan kejadian tersebut, perseroan merasa dirugikan karena harga saham JELI menjadi tidak terkendali,” kata Felicia.
Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut juga berdampak pada reputasi saham JELI di mata para investor publik.
Berdasarkan pertemuan dengan pihak Bursa Efek Indonesia, otoritas bursa telah mengklarifikasi bahwa tragedi ini bukan disebabkan oleh gangguan sistem BEI.
Pihak bursa juga memastikan bahwa insiden tersebut tidak dipicu oleh serangan siber maupun gangguan teknis pada sistem perdagangan bursa.
Penelusuran awal pihak bursa menunjukkan adanya kesalahan pada sistem salah satu sekuritas anggota bursa yang melakukan penawaran jual dalam jumlah berlebih.
Saat ini, masalah teknis yang terjadi pada sistem sekuritas tersebut dilaporkan masih dalam proses penanganan oleh pihak terkait.
Felicia menegaskan bahwa PT Niramas Utama Tbk tetap berkomitmen menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan menjaga komunikasi transparan.
Perusahaan juga menyatakan akan terus berfokus pada pengembangan usaha dan peningkatan kinerja untuk menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global.
Langkah tersebut diambil guna menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham perusahaan.
“Kondisi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha,” ujar Felicia.
Ia menekankan bahwa operasional dan fundamental perseroan saat ini masih tetap terjaga dengan baik meskipun terjadi volatilitas harga saham.
Ringkasan
Harga saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) anjlok 8% pada Rabu (29/7/2026) akibat aksi jual panik yang dipicu oleh penawaran jual tidak wajar sebanyak 68 juta lot saham, jauh melampaui jumlah saham beredar perseroan.
Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem bursa, melainkan akibat kesalahan teknis pada sistem salah satu perusahaan sekuritas anggota bursa yang melakukan penawaran jual dalam jumlah berlebih.
Manajemen JELI menegaskan bahwa peristiwa ini tidak berdampak pada operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan, serta berkomitmen untuk menjaga transparansi dan fundamental bisnis bagi para investor.





