Jakarta – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan laba bersih hingga 70% pada tahun 2026 melalui strategi ekspansi masif yang mencakup pembangunan pabrik baru serta penambahan ratusan gerai di seluruh Indonesia, Rabu (5/8/2026).
Dilansir dari Katadata, Director of Strategy Fore Kopi Indonesia, Fahmi Rahmatullah, menjelaskan bahwa perusahaan tengah fokus membangun fasilitas pengolahan adonan di kawasan Taman Tekno BSD, Serpong, Tangerang Selatan, untuk mempercepat distribusi produk ke berbagai daerah.
Pabrik tersebut diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir Agustus atau awal September tahun ini dengan kapasitas produksi mencapai ratusan ribu unit per hari untuk mendukung kebutuhan jaringan gerai hingga tahun depan.
Perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 15 miliar yang bersumber dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk mendanai pembangunan fasilitas produksi frozen dough tersebut.
Fahmi menyatakan bahwa keberadaan pabrik ini akan mempermudah logistik pengiriman produk ke kota-kota baru sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan lebih cepat.
Strategi utama lainnya adalah rencana pembukaan gerai baru hingga mencapai total lebih dari 400 unit sampai akhir tahun 2026.
Ekspansi ini bertujuan memperkuat jangkauan pasar yang saat ini sudah mencakup lebih dari 60 kota di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Manado.
Selain gerai kopi, perusahaan juga menargetkan peningkatan jumlah gerai donat dari 14 unit saat ini menjadi kisaran 25 hingga 30 gerai pada penghujung tahun.
Pihak manajemen menegaskan bahwa penetrasi pasar tidak hanya terbatas pada kota-kota besar, melainkan juga menyasar wilayah kabupaten di seluruh pulau besar di Indonesia kecuali Papua.
Target pertumbuhan pendapatan perseroan dipatok sebesar 50% dibandingkan tahun lalu berkat masifnya langkah ekspansi yang dilakukan sepanjang tahun ini.
Kinerja Keuangan dan Operasional
Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun pada semester pertama 2026, yang mencerminkan kenaikan 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan tercatat tumbuh 34% menjadi Rp 56,5 miliar, sementara EBITDA meningkat 65% menjadi Rp 216 miliar pada periode Januari hingga Juni 2026.
Pencapaian tersebut didorong oleh penambahan 40 gerai baru selama semester pertama, di mana 40% di antaranya berada di kota-kota tingkat dua dan tiga.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah gerai aktif Fore Coffee mencapai 363 unit, meningkat signifikan dari 259 gerai pada periode yang sama tahun lalu.
Total jaringan usaha perseroan saat ini telah mencapai 377 gerai, termasuk 10 unit Fore Donut dan empat gerai yang beroperasi di Singapura.
Pengembangan lini usaha donat terus dilanjutkan secara intensif setelah perusahaan berhasil melakukan ekspansi ke kota Surabaya pada awal tahun ini.
Ringkasan
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menargetkan peningkatan laba bersih sebesar 70% pada tahun 2026 melalui strategi ekspansi masif berupa pembangunan pabrik pengolahan adonan di BSD, Tangerang Selatan, serta penambahan ratusan gerai baru di seluruh Indonesia.
Perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp15 miliar dari dana IPO untuk membangun fasilitas produksi frozen dough yang dijadwalkan beroperasi pada akhir Agustus atau awal September 2026 guna mempercepat distribusi produk ke jaringan yang ditargetkan mencapai lebih dari 400 gerai.
Langkah strategis ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026, di mana perseroan mencatatkan pendapatan Rp1 triliun dan pertumbuhan laba bersih 34%, sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke kota-kota tingkat dua dan tiga di seluruh Indonesia.





