WCCE 2026 di Jakarta Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif Global yang Inklusif

WCCE 2026 dorong kolaborasi global dan inklusivitas melalui perumusan Jakarta Vision.

Gelar WCCE 2026, Indonesia Rumuskan Cetak Biru Ekonomi Kreatif

Jakarta — Gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di SCBD Jakarta menjadi momentum krusial bagi kebangkitan sektor ekonomi kreatif global yang inklusif.

Acara yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 ini juga diisi dengan aksi solidaritas kemanusiaan melalui doa bersama untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan visi strategis agar sektor ini tidak sekadar menjadi mesin pertumbuhan finansial semata.

“Harapan kita tentunya ekonomi bisa menjadi sebuah ajang untuk mempersatukan sesama manusia tanpa ada perbedaan ras, suku, agama,” ujar Irene Umar usai sesi diskusi interaktif di SCBD Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

WCCE 2026 dirancang sebagai wadah perluasan jejaring serta inkubator kolaborasi nyata antara penggiat industri kreatif lokal dan mitra internasional.

Langkah ini dilakukan demi memperkuat ekosistem kreatif nasional agar memiliki daya saing di pasar global.

Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membuka keran investasi serta adopsi teknologi modern untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Irene menambahkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif memerlukan keterlibatan aktif dari pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, dan investor.

“Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah,” tegas Irene.

Ia menekankan bahwa WCCE 2026 harus menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh ekosistem.

Indonesia juga mempertegas komitmennya melalui perumusan Jakarta Vision on Creative Economy sebagai cetak biru pembangunan global pasca-2030.

Kreator konten Ferry Irwandi turut memberikan apresiasi terhadap keberadaan Pasar Wiwitan di SCBD yang melibatkan lebih dari 200 UMKM lokal sejak September 2026.

Pasar tersebut menyajikan berbagai dukungan, mulai dari paviliun Artha Graha Peduli, edukasi lingkungan, hingga layanan kesehatan dan keselamatan.

Ferry berharap ratusan UMKM di pasar tersebut dapat bertransformasi menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat yang konkret.

“Semoga UMKM di sini bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak dan kita selesai dari sektor kerja informal menjadi kerja formal karena itu akan bagus sekali buat peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Ferry.

Rekomendasi