Bursa Efek Indonesia resmi mengeluarkan SMGR dan TOWR dari indeks LQ45, menggantinya dengan INDY dan NCKL. Perubahan komposisi konstituen dan penyesuaian bobot saham ini akan mulai berlaku efektif pada periode 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp7,1 triliun di pasar modal Indonesia, dengan fokus akumulasi pada saham UNTR dan BBCA. Aksi beli ini turut mendorong penguatan IHSG sebesar 0,8% ke level 6.236,13 di tengah peningkatan kapitalisasi pasar domestik menjadi Rp10.923 triliun.
Berita Terkait
Tag: Pasar Modal
IHSG Melemah Tipis, Saham Bank Jumbo Paling Banyak Diburu
IHSG ditutup melemah tipis 0,17% ke level 6.185 pada perdagangan Senin (27/7) akibat tekanan jual di delapan sektor industri. Meski indeks terkoreksi, minat investor tetap tinggi terhadap saham perbankan berkapitalisasi besar seperti Bank Mandiri, BCA, dan BRI.
Analis Rekomendasikan Saham DEWA, BRIS, BBCA, dan AKRA
IHSG diproyeksikan masih akan tertekan pada perdagangan awal pekan akibat sentimen negatif global dan domestik. Di tengah ketidakpastian pasar, analis merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham pilihan seperti DEWA, BRIS, BBCA, RAJA, dan TPIA.
IHSG Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung Sesi Pertama
IHSG anjlok 1,75% ke level 6.234 pada sesi pertama perdagangan Jumat akibat aksi ambil untung investor dan kenaikan harga minyak dunia. Seluruh sektor saham bergerak di zona merah, dengan indeks LQ45 turut melemah 1,66% di tengah tekanan jual pada emiten perbankan dan energi.
IHSG Anjlok 1,88 Persen, Saham CUAN Hingga TINS Melemah
IHSG ditutup anjlok 1,88 persen ke level 6.196 pada perdagangan Jumat akibat tekanan jual masif yang melanda seluruh sektor. Pelemahan ini sejalan dengan tren koreksi bursa Asia, di mana saham-saham berkapitalisasi besar hingga emiten seperti TINS dan CUAN turut mencatatkan penurunan signifikan.
IHSG Melonjak 1,51 Persen Didorong Kenaikan Saham Konglomerat
IHSG melonjak 1,51 persen ke level 6.430 pada perdagangan sesi pertama Kamis (23/7), didorong oleh aksi beli masif pada saham-saham sektor konglomerat. Kenaikan ini didukung performa positif emiten Grup Bakrie dan Grup Prajogo Pangestu, di tengah seluruh sektor bursa yang kompak bergerak ke zona …
IHSG Berbalik Melemah, Saham Bank Jumbo Bergerak Lesu
IHSG ditutup melemah 0,3% ke level 6.315 akibat aksi ambil untung investor setelah sempat menguat di awal sesi. Tekanan jual pada saham perbankan besar serta sentimen kenaikan harga minyak dunia menjadi pemberat utama indeks di tengah performa sektor properti yang tetap solid.
IHSG Bergerak Konsolidasi, Simak Rekomendasi Saham PTBA, ELSA, TPIA
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dengan target hingga 6.545 didukung momentum teknikal positif. Simak rekomendasi saham pilihan hari ini, termasuk PTBA, ELSA, TPIA, serta beberapa emiten lainnya untuk strategi investasi Anda.
IHSG Melemah ke Level 6.334 Akibat Saham LQ45 Lesu
IHSG ditutup melemah tipis 0,09% ke level 6.334 pada perdagangan Rabu (22/7). Penurunan ini dipicu oleh aksi jual pada saham berkapitalisasi besar di indeks LQ45 serta sektor transportasi yang mencatatkan koreksi terdalam.
IHSG Sesi Pertama Melemah Dengan Net Sell Rp943,75 Miliar
IHSG melemah 0,39% ke level 6.315 pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/7) di tengah aksi jual bersih investor asing sebesar Rp943,75 miliar. Koreksi ini dinilai wajar oleh analis saat pasar menguji level resistensi sambil menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.








