IHSG Naik 1,56 Persen, Saham Industri Sawit Melesat

Grafik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia dengan latar belakang layar monitor perdagangan
IHSG ditutup melemah 1,56% sementara saham sektor perkebunan sawit mencatatkan kinerja positif.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dengan ditutup melemah 1,56% atau 94,98 poin ke level 6.186 pada perdagangan Kamis (30/7/2026).

Dilansir dari Katadata, penurunan indeks ini terjadi di tengah dinamika pasar yang menunjukkan pergerakan sektor yang kontras di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga

Meskipun indeks utama melemah, saham-saham di sektor industri perkebunan sawit justru menunjukkan kinerja positif yang cukup mencolok.

Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan sebesar 5,77% hingga menyentuh harga Rp 6.875 per lembar.

Saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) juga mengikuti tren tersebut dengan pertumbuhan 4,74% ke harga Rp 1.435.

Kenaikan serupa dialami oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang ditutup menguat 3,48% ke level harga Rp 595.

Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi saham sepanjang hari ini tercatat mencapai 26,66 miliar lembar saham.

Frekuensi transaksi di pasar modal domestik dilaporkan mencapai 1,75 juta kali dengan total nilai transaksi sebesar Rp 12,6 triliun.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar di bursa domestik saat ini telah mencapai angka Rp 10.836 triliun.

Sebanyak 495 saham ditutup di zona hijau, sementara 158 saham terkoreksi dan 136 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Seluruh sektor yang terdaftar di bursa secara umum ditutup di zona hijau, dengan sektor siklikal memimpin penguatan sebesar 2,25%.

Di dalam sektor siklikal, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melesat 6,12% ke harga Rp 1.560 per saham.

Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat lonjakan harga paling tinggi di sektor ini, yakni sebesar 13,97% ke Rp 310.

Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 6,22% ke posisi Rp 410.

Empat bank berkapitalisasi besar juga kompak menunjukkan penguatan harga di tengah fluktuasi pasar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,79% ke Rp 6.450, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang tumbuh 2,40% ke Rp 2.990.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 1,71% ke harga Rp 4.160 serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,60% ke Rp 3.550.

Kondisi indeks di kawasan Asia cenderung lebih stabil dengan mayoritas bursa ditutup menguat.

Indeks Nikkei di Jepang naik 0,7% ke level 61.866, sementara Hang Seng menguat 0,2% ke level 25.858.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite justru mengalami koreksi sebesar 0,62% ke posisi 3.804.

Beberapa saham yang masuk dalam daftar penguatan tertinggi atau top gainers hari ini adalah sebagai berikut:

  • PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) naik 20,8% ke level 151.
  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 15,04% ke level 765.
  • PT Fast Food Tbk (FAST) naik 13,97% ke level 310.

Sementara itu, daftar saham yang mengalami koreksi terdalam atau top losers adalah sebagai berikut:

  • PT Astra Graphia Tbk (ASGR) turun 4,39% ke level 1.850.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 4,09% ke level 2.110.
  • PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) turun 3,85% ke level 500.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,56% ke level 6.186 pada perdagangan Kamis (30/7/2026) akibat tekanan jual yang signifikan di Bursa Efek Indonesia.

Di tengah pelemahan indeks utama tersebut, saham sektor industri perkebunan sawit justru mencatatkan kinerja positif, dipimpin oleh kenaikan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar 5,77%, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sebesar 4,74%, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebesar 3,48%.

Secara keseluruhan, pasar mencatatkan volume transaksi sebesar 26,66 miliar lembar saham dengan total nilai Rp 12,6 triliun, sementara kapitalisasi pasar domestik kini berada di angka Rp 10.836 triliun.

Rekomendasi