IHSG Sesi Pertama Melemah Dengan Net Sell Rp943,75 Miliar

Layar monitor menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia.
IHSG melemah 0,39% ke level 6.315 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (22/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,39% ke level 6.315 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (22/7/2026) akibat aksi jual investor di tengah upaya pasar menguji level resistensi.

Dilansir dari Katadata, data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi mencapai Rp 11,23 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 28,93 miliar saham.

Baca Juga

Kondisi pasar hari ini diwarnai oleh aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell yang mencapai Rp 943,75 miliar dari total pembelian Rp 2,45 triliun dan penjualan Rp 3,39 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 238 saham yang mencatatkan penguatan, sementara 366 saham terkoreksi dan 190 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor transportasi menjadi penekan utama indeks dengan penurunan mencapai 1,57%, di mana salah satu emiten yang melemah adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk yang turun 4,55% ke level Rp 630.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menilai koreksi ini masih tergolong wajar mengingat IHSG telah mencatatkan penguatan lebih dari 12% sejak awal Juli.

Tekanan jual yang terjadi saat ini dipicu oleh posisi indeks yang sedang mendekati area 6.200 hingga 6.400 yang merupakan level resistensi cukup kuat bagi pergerakan IHSG.

Selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.200, tren penguatan jangka pendek dinilai tetap terjaga karena indikator MACD masih menunjukkan momentum bullish.

Investor disarankan untuk memantau volume transaksi, sebab koreksi dengan volume rendah masih membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan tren kenaikan.

“Apabila IHSG mampu menembus 6.400, hal tersebut akan menjadi konfirmasi bullish continuation, dengan target resistance berikutnya di kisaran 6.517 hingga 6.761,” tulis pihak BRI Danareksa Sekuritas dalam analisisnya.

Pelaku pasar saat ini tengah menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan akan membahas potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 6,00% demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain kebijakan suku bunga, investor juga mencermati pandangan bank sentral terhadap prospek inflasi serta pertumbuhan ekonomi nasional sebagai katalis utama pergerakan pasar ke depan.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang variatif dengan kenaikan pada indeks Shanghai Composite sebesar 0,11%, Straits Times 0,22%, dan Nikkei 0,15%, sementara Hang Seng justru terkoreksi 1,04%.

Beberapa saham yang masuk kategori top gainers hari ini antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk yang naik 2,35% ke Rp 1.305, PT Multipolar Technology Tbk yang melonjak 25% ke Rp 1.625, serta PT Intermedia Capital Tbk yang menguat 19,51% ke Rp 98.

Di sisi lain, daftar top losers diisi oleh PT MD Entertainment Tbk yang turun 9,13% ke Rp 1.195, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk yang melemah 5,45% ke Rp 955, serta PT RMK Energy Tbk yang terkoreksi 4,15% ke Rp 416.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,39% ke level 6.315 pada perdagangan sesi pertama Rabu (22/7/2026) akibat aksi ambil untung oleh investor saat pasar mencoba menguji level resistensi.

Pasar mencatatkan aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp943,75 miliar di tengah total nilai transaksi yang mencapai Rp11,23 triliun, dengan sektor transportasi menjadi penekan utama indeks.

Meski terkoreksi, analis menilai kondisi ini masih wajar mengingat kenaikan indeks yang telah mencapai lebih dari 12% sejak awal Juli, sembari menanti keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait kebijakan suku bunga.

Rekomendasi