Saham Baru BEI Langsung Meroket, Investor Sambut Antusias

Bisnistalk.com, – Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dua perusahaan baru yang memulai debutnya di pasar modal, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), berhasil menarik perhatian investor secara signifikan. Keduanya mencatatkan kenaikan harga saham menembus batas atas atau Auto Reject Atas (ARA) pada hari perdana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

JELI, yang menawarkan saham dengan harga Rp 900 per lembar, melesat naik 25 persen hingga mencapai Rp 1.125 per saham. Sementara itu, JECX, dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham, juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 24,50 persen, ditutup pada level Rp 1.560 per saham.

Baca Juga

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, dalam keterangannya di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa lalu, menekankan bahwa pasar modal Indonesia merupakan platform strategis bagi perusahaan untuk mengembangkan kapasitas operasionalnya. Pelaksanaan IPO ini juga dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan memperluas jangkauan akses pendanaan.

“Menjadi perusahaan tercatat di bursa saham menandai sebuah era baru bagi perseroan, sebuah fase yang tidak hanya membuka beragam peluang strategis, tetapi juga membawa serta peningkatan tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Saidu.

Saidu lebih lanjut mengingatkan bahwa proses IPO merupakan manifestasi dari komitmen jangka panjang perusahaan. Komitmen ini mencakup penyelenggaraan kegiatan usaha yang berkelanjutan, penerapan prinsip tata kelola yang tinggi, prioritas pada kepentingan pemegang saham, perlindungan terhadap hak-hak investor, serta kepatuhan yang teguh terhadap seluruh regulasi yang berlaku.

“BEI bersama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat berkomitmen untuk terus bersinergi dalam upaya memperkuat kualitas pasar modal Indonesia. Kami fokus pada peningkatan aspek transparansi, likuiditas, tata kelola, perlindungan investor, serta pendalaman pasar,” imbuh Saidu.

Dalam pelaksanaan IPO-nya, JELI melepas sebanyak 266 juta saham, yang merepresentasikan 21,01 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan menetapkan harga penawaran Rp 900 per saham, emiten ini berhasil meraup dana segar sebesar Rp 239,4 miliar.

Antusiasme investor terhadap JELI terlihat jelas dari tingginya tingkat kelebihan permintaan atau oversubscribe yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling. Total partisipasi dari para pemesan mencapai 630.491 orang.

“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh investor, regulator, mitra bisnis, dan semua pihak yang telah memberikan kepercayaan serta dukungan tak ternilai dalam proses IPO ini. Kepercayaan ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk terus menjaga kinerja perusahaan, memperkuat tata kelola, serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemegang saham,” ungkap Direktur JELI, Adhi S. Lukman.

Di sisi lain, JECX dalam penawaran perdananya menawarkan sebanyak 487.983.500 saham atau sekitar 15,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham, total dana yang berhasil dihimpun oleh JECX mencapai Rp 609,98 miliar.

Antusiasme investor terhadap JECX juga sangat tinggi, tercermin dari kelebihan permintaan atau oversubscribe sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat. Jumlah investor yang berpartisipasi dalam penawaran ini mencapai 555.699 investor.

“Melalui IPO ini, perseroan memiliki harapan besar untuk dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis JEC. Kami akan tetap memegang teguh semangat Care with Experience, yang berarti memberikan pelayanan berorientasi pada pasien dengan didukung oleh pengalaman dan keahlian JEC di sektor kesehatan mata,” jelas Presiden Direktur JECX, Dr. Johan A. M. M. Hutauruk.

Rekomendasi