Kemenhub Layani 13,5 Juta Penumpang di Wilayah 3TP Selama Dua Tahun

Layanan ini menjadi instrumen keadilan sosial untuk menjamin akses mobilitas masyarakat.

Kemenhub Perkuat Angkutan Perintis dan Akses Wilayah 3TP

Jakarta – Kementerian Perhubungan terus memperkuat konektivitas transportasi nasional melalui penyelenggaraan angkutan perintis selama dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Langkah strategis ini bertujuan membuka akses mobilitas masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Layanan angkutan perintis di seluruh moda tercatat telah melayani 13.543.851 penumpang sepanjang tahun 2025 hingga data sementara tahun 2026.

Rinciannya, terdapat 8.740.775 penumpang pada tahun 2025 dan 4.803.076 penumpang pada tahun 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan akses transportasi tetap tersedia bagi warga di wilayah yang belum terlayani secara optimal.

“Layanan angkutan perintis menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di wilayah yang belum terlayani secara optimal tetap memiliki akses transportasi,” ujar Dudy di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah tetap krusial karena rute-rute perintis belum memadai secara ekonomi.

“Perintis masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, mengingat rute-rute tersebut secara ekonomis belum memadai,” tegasnya.

Sektor penyeberangan melayani 993.700 penumpang pada 2025 dan 760.700 penumpang hingga September 2026 dengan cakupan 265 lintasan.

Angkutan jalan perintis mencatatkan 841.096 penumpang pada 2025 dan 459.665 penumpang hingga April 2026 dengan peningkatan trayek menjadi 313 unit pada Juni 2026.

Layanan kereta api perintis di enam wilayah, yakni Aceh, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan, melayani 5.259.159 penumpang pada 2025 dan 2.380.092 penumpang pada 2026.

Transportasi laut perintis menjangkau 107 trayek dengan total 1.314.801 penumpang pada 2025 dan 951.977 penumpang hingga September 2026.

Sektor transportasi udara menyelenggarakan 266 rute perintis serta 47 rute jembatan udara pada 2025, kemudian berlanjut dengan 262 rute perintis dan 47 rute jembatan udara pada 2026.

Jumlah penumpang udara mencapai 332.019 orang pada 2025 dan 250.642 orang hingga September 2026.

Menhub Dudy menegaskan bahwa transportasi berfungsi sebagai instrumen vital dalam mendorong perputaran ekonomi dan kesejahteraan wilayah.

“Transportasi bukan hanya urusan mobilitas melainkan juga instrumen keadilan sosial yang menentukan akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pangan, dan kesempatan ekonomi,” kata Menhub Dudy.

Pemerintah terus memberikan subsidi melalui skema Kewajiban Pelayanan Publik atau Public Service Obligation untuk menjaga keberlanjutan layanan di wilayah yang belum menguntungkan secara komersial.

Skema ini memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan dengan biaya terjangkau meskipun permintaan penumpang belum mampu menopang operasional secara mandiri.

Di sektor transportasi darat, pemerintah menerapkan skema buy the service untuk angkutan umum perkotaan serta subsidi bagi angkutan barang.

Program tersebut menjangkau 10 kota pada 2025 dan enam kota pada 2026 untuk membangun kemandirian pengelolaan transportasi di daerah.

Rekomendasi