Danantara Rombak Total Operasional dan Struktur Tarif Listrik PLN

COO Danantara Dony Oskaria menyatakan transformasi menyeluruh dilakukan lewat penyusunan roadmap baru.

Jakarta – Danantara Indonesia akan melakukan transformasi menyeluruh terhadap lini operasional PT PLN (Persero).

Langkah tersebut dilakukan menyusul pergantian direktur utama PLN yang diikuti dengan proses evaluasi bisnis perusahaan.

Evaluasi ini menyentuh seluruh aspek kelistrikan mulai dari sektor pembangkitan di hulu hingga distribusi dan struktur tarif di hilir.

“Kita akan me-transform PLN,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

Dony menjelaskan bahwa transformasi tersebut mencakup perbaikan pada sistem pembangkitan, distribusi, hingga penyesuaian tarif listrik.

Saat ini, pihak PLN sedang menyusun peta jalan atau roadmap untuk mendukung proses transformasi tersebut.

“Jadi satu-satu perusahaan BUMN masuk dalam proses transformasi, mereka lagi menyiapkan roadmap-nya,” tambah Dony.

Dony mengklaim perombakan yang dilakukan Danantara sebagai restrukturisasi perusahaan terbesar di dunia.

Danantara telah menutup 364 perusahaan BUMN berskala kecil dan merugi dalam kurun waktu 18 bulan terakhir dari total 1.074 entitas yang ada.

Pihaknya menargetkan likuidasi terhadap 750 perusahaan hingga akhir tahun ini, termasuk 50 perusahaan di bawah Telkom dan 124 anak usaha Pertamina.

Danantara juga melakukan divestasi terhadap 208 perusahaan non-inti, seperti anak usaha kontraktor BUMN Karya yang memiliki aset di luar bisnis utama seperti hotel dan jaringan serat optik.

Restrukturisasi keuangan fundamental kini diterapkan pada 15 perusahaan bermasalah, termasuk Krakatau Steel, Kimia Farma, Garuda Indonesia, PT Adhi Karya, dan PT PP.

Pada sektor konsolidasi, Danantara telah melebur tujuh perusahaan logistik di bawah Pelindo.

Pihaknya juga berhasil menyatukan 60 rumah sakit ke dalam Indonesia Healthcare Corporation serta 72 aset hotel BUMN di bawah naungan Injourney Hospitality.

Rekomendasi