Ajang internasional ini fokus pada pengembangan bioekonomi dan perluasan ekspor kelapa.
MANADO – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan World Coconut Day (WCD) 2026 yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 8–10 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh International Coconut Community (ICC) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ini bertujuan mempercepat hilirisasi industri kelapa dan pengembangan bioekonomi nasional.
Acara yang mengusung tema “Coconuts in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods” ini dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta dari 21 negara anggota ICC.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membuka rangkaian acara tersebut di Courtyard by Marriott Manado pada 8 Oktober 2026.
Direktur Jenderal ICC, Jelfina C. Alouw, menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan volatilitas pasar global.
“Kelapa bukan lagi sekadar tanaman komoditas tradisional, melainkan Tree of Life yang menjadi kunci bioekonomi masa depan,” ujar Jelfina.
Jelfina menambahkan bahwa percepatan diversifikasi produk dari hulu ke hilir harus segera dilakukan melalui transfer teknologi dan kemitraan investasi.
“Diversifikasi produk dari hulu ke hilir—mulai dari pangan fungsional, briket arang kualitas ekspor, hingga bio-avtur (sustainable aviation fuel)—harus dipercepat melalui transfer teknologi dan kemitraan investasi,” tegas Jelfina.
Dukungan BPDP dalam perhelatan ini mencakup pendanaan riset, inovasi, serta peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM di sektor perkebunan.
Program tersebut juga memfasilitasi modernisasi teknologi pengolahan pascapanen agar produk kelapa mampu memenuhi standar keberlanjutan pasar internasional.
Selama kegiatan berlangsung, para delegasi mengikuti konferensi internasional yang membahas ketahanan iklim, perdagangan global, hingga penerapan teknologi digital.
Forum bisnis dalam acara ini mempertemukan petani serta pengusaha lokal dengan investor asing untuk membuka peluang kerja sama komersial.
Para peserta juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai pengolahan produk seperti es krim kelapa dan nata de coco untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Rangkaian acara ditutup pada 10 Oktober 2026 di Danau Linow, Tomohon, yang sekaligus menjadi sarana promosi potensi pariwisata daerah kepada delegasi internasional.
Penyelenggaraan WCD 2026 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis untuk memperkuat kesejahteraan petani kelapa di Indonesia.