IHSG ditutup melemah 0,89% ke level 6.130 pada perdagangan Selasa (28/7) akibat aksi jual masif, terutama pada saham-saham Grup Bakrie. Pelemahan ini sejalan dengan sentimen negatif di bursa Asia, di mana sektor properti menjadi penekan utama indeks dengan penurunan sektoral terdalam.
IHSG terkoreksi 0,8 persen ke level 6.236 pada perdagangan Kamis akibat tekanan jual. Meski indeks melemah, sektor kesehatan mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan harga saham pada sejumlah emiten utama seperti KLBF dan SILO.
Berita Terkait
Tag: IHSG
IHSG Sesi Pertama Melemah Tipis Saat Transaksi Capai Triliunan
IHSG ditutup melemah tipis 0,04% ke level 6.183 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (28/7). Meski diwarnai tekanan jual dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,22 triliun, sejumlah saham emiten besar tetap menunjukkan kinerja positif di tengah sentimen negatif bursa regional Asia.
IHSG Rawan Terkoreksi, Saham RAJA Hingga CMRY Jadi Rekomendasi
IHSG diproyeksikan masih rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini akibat tekanan jual yang kuat. Di tengah sentimen negatif pasar, analis merekomendasikan strategi buy on weakness serta akumulasi pada saham potensial seperti RAJA dan CMRY bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi.
Deretan Saham Pembagi Dividen Jumbo Saat IHSG Bangkit
Tren penguatan IHSG yang tumbuh 8,58 persen sepanjang Juli membuka peluang bagi investor untuk meraih keuntungan dari dividen jumbo. Sejumlah emiten besar seperti BMRI, BBCA, dan TLKM menjadi incaran utama karena fundamentalnya yang kuat dan rekam jejak pembagian laba yang konsisten.
IHSG Melemah Tipis, Saham Bank Jumbo Paling Banyak Diburu
IHSG ditutup melemah tipis 0,17% ke level 6.185 pada perdagangan Senin (27/7) akibat tekanan jual di delapan sektor industri. Meski indeks terkoreksi, minat investor tetap tinggi terhadap saham perbankan berkapitalisasi besar seperti Bank Mandiri, BCA, dan BRI.
Gubernur BI Mundur, Analis Waspadai Aksi Jual Saham Perbankan
Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo memicu ketidakpastian pasar yang mendorong aksi jual pada saham-saham perbankan besar. Investor disarankan tetap selektif dan fokus pada saham berfundamental kuat di tengah tekanan terhadap IHSG dan nilai tukar rupiah.
Analis Rekomendasikan Saham DEWA, BRIS, BBCA, dan AKRA
IHSG diproyeksikan masih akan tertekan pada perdagangan awal pekan akibat sentimen negatif global dan domestik. Di tengah ketidakpastian pasar, analis merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham pilihan seperti DEWA, BRIS, BBCA, RAJA, dan TPIA.
IHSG Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung Sesi Pertama
IHSG anjlok 1,75% ke level 6.234 pada sesi pertama perdagangan Jumat akibat aksi ambil untung investor dan kenaikan harga minyak dunia. Seluruh sektor saham bergerak di zona merah, dengan indeks LQ45 turut melemah 1,66% di tengah tekanan jual pada emiten perbankan dan energi.
IHSG Anjlok 1,88 Persen, Saham CUAN Hingga TINS Melemah
IHSG ditutup anjlok 1,88 persen ke level 6.196 pada perdagangan Jumat akibat tekanan jual masif yang melanda seluruh sektor. Pelemahan ini sejalan dengan tren koreksi bursa Asia, di mana saham-saham berkapitalisasi besar hingga emiten seperti TINS dan CUAN turut mencatatkan penurunan signifikan.
IHSG Berpotensi Koreksi, Analis Jagokan Saham INKP Hingga ICBP
IHSG diprediksi terkoreksi pada perdagangan hari ini setelah menyentuh target teknikal dan tertekan sentimen global. Meski demikian, analis merekomendasikan sejumlah saham pilihan seperti INKP, ICBP, hingga PGEO untuk dicermati investor di tengah potensi pelemahan jangka pendek.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.





