Jakarta – Deretan emiten di Bursa Efek Indonesia kembali menjadi incaran investor yang memburu dividen di tengah tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Selasa (28/7/2026).
Dilansir dari Katadata, penguatan IHSG yang tumbuh 8,58% selama bulan ini membuka peluang bagi pelaku pasar untuk mengoptimalkan keuntungan melalui kombinasi pendapatan dividen dan apresiasi harga saham.
Sejumlah perusahaan besar telah merealisasikan pembagian dividen jumbo dari laba Tahun Buku 2025 yang dibayarkan sepanjang tahun ini.
Daftar emiten tersebut mencakup PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebagai kontributor utama.
Selain sektor perbankan dan telekomunikasi, perusahaan dari sektor energi dan komoditas seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), hingga PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga turut membagikan porsi laba kepada pemegang saham.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat sebagai pembagi dividen dengan nilai terbesar yakni mencapai Rp 44,47 triliun atau setara Rp 376,96 per saham.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan dividen sebesar Rp 21,99 triliun dengan rasio pembayaran mencapai 123,5% dari laba bersih.
Analis merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat serta rekam jejak konsisten dalam membagikan dividen.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap menjadi pilihan utama berkat profitabilitas yang solid dan rekam jejak pembagian dividen yang terjaga.
Menurut Nafan Aji Gusta, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merupakan pilihan defensif yang menarik karena kualitas laba, likuiditas yang kuat, serta model bisnis yang stabil bagi investor jangka panjang.
Selain emiten yang telah melakukan pembayaran, terdapat perusahaan yang dijadwalkan membagikan dividen dalam waktu dekat.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 1 triliun atau Rp 50 per saham yang dijadwalkan cair pada 14 Agustus 2026.
Perusahaan menara telekomunikasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) juga akan membayarkan dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun kepada para pemegang saham pada akhir bulan ini.
Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Ringkasan
Investor di Bursa Efek Indonesia kini mengincar saham-saham pembagi dividen jumbo seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 8,58% sepanjang Juli 2026. Momentum ini dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengoptimalkan keuntungan melalui kombinasi apresiasi harga saham dan pendapatan dividen dari laba Tahun Buku 2025.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai pembagian dividen terbesar mencapai Rp 44,47 triliun, diikuti oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 21,99 triliun. Selain sektor perbankan dan telekomunikasi, emiten sektor energi seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga turut mendistribusikan porsi laba kepada pemegang saham.
Analis merekomendasikan investor untuk tetap fokus pada emiten dengan fundamental kuat, seperti BBRI dan BBCA yang dinilai memiliki rekam jejak konsisten. Selain itu, sejumlah perusahaan seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dijadwalkan akan segera menyalurkan dividen pada Agustus 2026.





