IHSG Melemah Saat Transaksi Crossing MAPI Capai Triliunan

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor perdagangan saham
IHSG ditutup melemah 0,64% di tengah transaksi crossing saham MAPI senilai Rp 9,32 triliun.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026) dengan koreksi sebesar 0,64% atau 39,20 poin ke posisi 6.091.

Dilansir dari Katadata, aktivitas pasar hari ini diwarnai oleh transaksi crossing jumbo pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Baca Juga

Data bursa mencatat nilai transaksi crossing tersebut mencapai Rp 9,32 triliun dengan rata-rata harga Rp 1.549 per saham dalam tiga kali transaksi.

Total saham yang terlibat dalam negosiasi tersebut mencapai 60,2 juta lot, sementara harga saham MAPI sendiri pada akhir sesi justru menguat 2,8% ke level Rp 1.470.

Selain MAPI, aksi serupa juga terpantau pada saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dengan nilai transaksi Rp 191,8 miliar.

Transaksi crossing juga menyasar saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan total nilai mencapai Rp 129,6 miliar.

Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi harian mencapai 40,14 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,97 juta kali.

Total nilai transaksi yang dibukukan di seluruh pasar mencapai Rp 22,97 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 10.698 triliun.

Sebanyak delapan dari sebelas sektor yang ada di bursa ditutup di zona merah akibat sentimen negatif yang meluas.

Sektor industri menjadi salah satu yang paling tertekan dengan pelemahan sebesar 2,67% secara sektoral.

Tekanan pada sektor industri dipicu oleh anjloknya saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 13,46% ke posisi Rp 90.

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga turut berkontribusi terhadap penurunan sektor tersebut setelah melemah 2% ke harga Rp 24.500.

Kondisi serupa terjadi pada sektor properti yang mengalami pelemahan harga secara merata di berbagai emiten.

Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) merosot ke level Rp 3.410 pada akhir perdagangan.

Harga saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ikut tergerus 5,60% ke level Rp 118.

Emiten PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menutup hari dengan penurunan tajam sebesar 9,38% ke level Rp 29.

Kinerja bursa domestik ini selaras dengan mayoritas indeks di kawasan Asia yang juga ditutup di zona negatif.

Indeks Nikkei Jepang mencatatkan penurunan sebesar 1,91% ke level 61.174.

Shanghai Composite di Tiongkok terkoreksi 0,51% ke level 3.793, sementara Hang Seng justru berhasil menguat 1,37% ke level 25.657.

Investor mencermati deretan saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi atau top gainers hari ini.

  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatatkan kenaikan 12,71% ke level 665.
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menguat 9,03% ke level 1.630.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ditutup naik 5,26% ke level 2.200.

Di sisi lain, terdapat pula daftar saham yang masuk dalam kategori top losers dengan penurunan nilai signifikan.

  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 13,46% ke level 90.
  • PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) melemah 11,51% ke level 246.
  • PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) anjlok 9,38% ke level 29.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,64% ke level 6.091 pada perdagangan Rabu (29/7/2026) akibat meluasnya sentimen negatif yang menekan delapan dari sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia.

Kinerja bursa hari ini diwarnai oleh transaksi crossing jumbo pada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang mencapai Rp 9,32 triliun, di samping aksi serupa pada saham SMMA dan DEWA dengan nilai ratusan miliar rupiah.

Pelemahan IHSG sejalan dengan tren negatif mayoritas bursa di Asia, di mana sektor industri dan properti menjadi penekan utama setelah sejumlah emiten besar seperti BNBR, UNTR, dan APLN mencatatkan penurunan harga signifikan.

Rekomendasi