IHSG Sesi Pertama Menguat Tembus Level 6.064

Layar monitor menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
IHSG menguat 0,37% ke level 6.064 pada perdagangan sesi pertama hari Kamis (16/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,37% atau 22,49 poin ke posisi 6.064 pada perdagangan sesi pertama hari Kamis (16/7/2026).

Dilansir dari Katadata, pergerakan positif pasar modal domestik ini diwarnai oleh aksi transaksi jumbo di pasar negosiasi pada saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk.

Baca Juga

Berdasarkan data bursa, transaksi crossing pada saham dengan kode emiten PKPK tersebut mencapai angka Rp 1,44 triliun.

Aksi korporasi tersebut melibatkan volume sebanyak 9 juta lot yang dieksekusi pada harga Rp 1.600 per lembar saham.

Pada sesi perdagangan siang, harga saham PKPK sendiri terpantau melonjak 5,30% ke level Rp 3.380 per saham.

Selain PKPK, transaksi crossing juga menyasar saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk senilai Rp 82,6 miliar.

Terdapat pula transaksi serupa pada saham PT Surya Semesta Internusa Tbk sebesar Rp 49,2 miliar dan PT Karya Pacific Energy Tbk senilai Rp 14,8 miliar.

Secara keseluruhan, volume transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 18,88 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,45 ribu kali.

Total nilai transaksi pada sesi pertama ini tercatat mencapai Rp 7,57 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 10.608 triliun.

Sebanyak sepuluh dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa berhasil mencatatkan performa di zona hijau.

Sektor industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,39% secara sektoral.

Beberapa emiten di sektor tersebut seperti PT Archi Indonesia Tbk naik 6,16%, PT Timah Tbk naik 3,71%, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk menguat 4,52%.

Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 630,91 miliar.

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk dengan nilai Rp 369,88 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk sebesar Rp 257,4 miliar.

Di sisi lain, pergerakan indeks di kawasan Asia cenderung bervariasi dengan mayoritas bursa utama berada di zona merah.

Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 2,96% ke level 66.715,76 dan Shanghai Composite turun 0,82% ke level 3.923,2.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,93% ke level 25.157,56.

Saham PT Multipolar Technology Tbk memimpin daftar kenaikan harga dengan lonjakan 19,98% ke level Rp 24.775.

PT Surya Semesta Internusa Tbk menyusul dengan kenaikan 15,58% menjadi Rp 1.780 per saham.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk juga mencatat performa positif dengan penguatan 11,35% ke posisi Rp 2.060.

Di jajaran saham dengan penurunan terdalam, PT Singaraja Putra Tbk melemah 9,81% ke harga Rp 5.975.

PT DCI Indonesia Tbk mencatatkan koreksi sebesar 7,44% ke level Rp 183.900.

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk melengkapi daftar penurunan dengan pelemahan 5,15% ke level Rp 258 per saham.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,37% ke level 6.064 pada perdagangan sesi pertama Kamis (16/7/2026), didorong oleh dominasi sentimen positif di hampir seluruh sektor bursa.

Kenaikan indeks ini diwarnai oleh aksi transaksi jumbo di pasar negosiasi, terutama pada saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang mencatatkan nilai transaksi crossing mencapai Rp 1,44 triliun.

Secara keseluruhan, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 7,57 triliun dengan sepuluh dari sebelas sektor mencatatkan performa di zona hijau, dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 1,39%.

Rekomendasi