Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham akhir pekan ini, Jumat (17/7).
Otoritas Jasa Keuangan mencatat investor asing kembali melakukan aksi beli bersih sebesar Rp1,62 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang Juli 2026. Tren positif ini mencerminkan meredanya tekanan jual serta meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik.
Berita Terkait
Tag: Ekonomi Indonesia
Kemenkeu Buka Peluang Tambah Kuota Penjualan ORI030
Realisasi penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 telah mencapai Rp 21,9 triliun hingga Selasa (16/7/2026) pukul 16.00 WIB.
Peluang Investasi Saham dan Obligasi Semester Dua 2026
Peluang investasi di pasar RI mulai terbuka setelah koreksi 30% ytd terhadap IHSG membuat valuasi saham menjadi lebih murah. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah saat ini juga dinilai menarik.
Rupiah Berpotensi Menguat Meski Dibuka Melemah Hari Ini
Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Kamis (16/7).
PFII Tawarkan Insentif Pajak Nol Persen Bagi Investor Global
Insentif pajak PFII berupa tarif 0% selama 50 tahun diharapkan mampu menarik investor yang selama ini menyimpan dananya di British Virgin Islands, Cayman Island, hingga Labuan, Malaysia.
Pelemahan Rupiah Tidak Cerminkan Fundamental Ekonomi Indonesia
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan tekanan terhadap rupiah masih cukup besar karena meningkatnya permintaan aset dolar AS di tengah ketidakpastian global.
Wakil Ketua DPR Sebut Pasar Keuangan Indonesia Masih Rentan
Dangkalnya pasar keuangan Indonesia tercermin dari terbatasnya instrumen investasi, jumlah pelaku pasar, serta volume transaksi
Investor Asing Terus Lepas Saham di Bursa Indonesia
Ada sesuatu yang berubah di Bursa Efek Indonesia. Investor asing yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pasar kini justru terus mengurangi eksposurnya terhadap saham-saham Indonesia.
Pertamina Turunkan Harga LPG 12 Kg Jadi Rp 220 Ribu
Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga LPG nonsubsidi Bright Gas mulai 14 Juli 2026. Harga Bright Gas 12 kg kini menjadi Rp220.000 dan ukuran 5,5 kg turun menjadi Rp103.000 per tabung untuk wilayah Pulau Jawa.
Dewan Energi Nasional Percepat Digitalisasi Perlindungan Sosial di Daerah
Dewan Ekonomi Nasional akan memperluas digitalisasi layanan perlindungan sosial ke 43 kabupaten dan kota di 26 provinsi. Langkah ini bertujuan mereformasi birokrasi agar penyaluran bantuan pemerintah menjadi lebih transparan, tepat sasaran, dan efisien bagi masyarakat.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









