Pertamina tekankan pentingnya kolaborasi lintas negara demi ketahanan energi berkelanjutan.
Jakarta – PT Pertamina (Persero) menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antarnegara untuk menjaga ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya tekanan global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51 yang diselenggarakan dengan Pertamina sebagai tuan rumah.
Pertemuan bertema “Navigating ASEAN’s Energy Future, Together: Strengthening Resilience through Collaboration” ini dihadiri delegasi dari negara-negara ASEAN, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.
Forum ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi volatilitas pasar energi, ketidakpastian geopolitik, serta peningkatan permintaan energi.
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina, Emma Sri Martini, menyatakan bahwa kerja sama regional merupakan faktor krusial untuk memastikan masa depan energi ASEAN yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.
Emma membacakan komitmen bersama perusahaan energi nasional anggota ASCOPE yang mencakup pengembangan sektor hulu migas serta penguatan konektivitas rantai pasok gas regional.
Kesepakatan tersebut juga memuat komitmen pengurangan emisi metana serta pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Perwakilan Society of Petroleum Engineers, Simon Seaton, menyambut positif keterlibatan organisasinya dalam forum ASCOPE untuk mendukung pertumbuhan pakar perminyakan di ASEAN.
“Kita perlu mencari cara untuk mengembangkan produksi minyak dan gas secara lebih efisien, mempelajari teknologi CCS/CCUS untuk mengekstraksi lebih banyak gas, serta memanfaatkan teknologi dan keilmuan baru guna mendukung ketahanan dan transisi energi,” ujar Simon.
Managing Director Otoritas Pengawas dan Regulasi Minyak dan Gas Brunei Darussalam, Shamir Salahudin, turut menekankan urgensi kolaborasi lintas negara di tengah gangguan geopolitik.
“Sangat penting bagi negara-negara ASEAN dan perusahaan minyak nasional untuk saling merangkul dan berkolaborasi demi memastikan ketahanan energi di kawasan ini,” ungkap Shamir.
Pertamina juga mengajak para delegasi mengunjungi Desa Uma Palak di Denpasar Utara untuk melihat langsung implementasi program Desa Energi Berdikari.
Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa upaya ketahanan energi dapat diintegrasikan dengan ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat lokal.
Kolaborasi lintas negara dan keterlibatan komunitas menjadi dua aspek yang saling melengkapi dalam membangun ketahanan energi kawasan ASEAN yang berkelanjutan.