IHSG Merosot Usai Saham ESSA, RATU, FILM Didepak MSCI

Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 1,18% pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup dalam dengan terkoreksi 1,18% atau 75,51 poin ke level 6.298 pada perdagangan sesi pertama, Kamis (13/8/2026), sebagai respons pasar terhadap hasil rebalancing indeks MSCI.

Dilansir dari Katadata, keputusan MSCI untuk mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes serta mendepak sembilan saham dari MSCI Small Cap Indexes menjadi pemicu utama aksi jual investor di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga

Dampak langsung dari pengumuman tersebut terlihat pada sejumlah saham yang langsung masuk ke daftar top loser karena mengalami penurunan harga paling signifikan.

Saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) tercatat anjlok sebesar 7,75% ke level Rp 655 per lembar.

Selain itu, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) mengalami penurunan sebesar 7,35% ke posisi Rp 945.

Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga tertekan cukup dalam dengan merosot 6,2% ke harga Rp 4.690.

Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 17,5 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,18 juta kali.

Total nilai transaksi yang tercatat di pasar modal mencapai Rp 7,81 triliun dengan kapitalisasi pasar keseluruhan berada di angka Rp 11.070 triliun.

Kondisi pasar yang lesu tercermin dari seluruh sektor yang bergerak di zona merah, dengan sektor bahan baku memimpin pelemahan sebesar 2,48%.

Tekanan pada sektor bahan baku dipicu oleh pelemahan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar 5,45% ke Rp 520, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 3,79% ke Rp 5.075, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 4,63% ke Rp 2.060, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 4,36% ke Rp 1.865.

Sementara itu, sektor energi juga mengalami kontraksi sebesar 1,65% akibat pelemahan pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 2,7% ke Rp 180, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 3% ke Rp 452, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar 5,92% ke Rp 5.175.

Di tengah tekanan tersebut, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 1,02 triliun.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyusul dengan nilai transaksi sebesar Rp 464,89 miliar, diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 353,45 miliar.

Berbanding terbalik dengan bursa domestik, mayoritas indeks di kawasan Asia justru ditutup di zona hijau pada siang hari ini.

Indeks Nikkei Jepang naik 1,61% ke level 68.613, Shanghai Composite menguat 0,42% ke level 3.963, dan Kospi Korea Selatan tumbuh 3,73% ke level 6.824, sedangkan Hang Seng hanya turun tipis 0,08% ke level 25.421.

Terdapat beberapa saham yang masuk dalam daftar top gainers di tengah tekanan pasar, di antaranya:

  • PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) naik 5,66% ke harga Rp 56 per saham.
  • PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami kenaikan 3,85% ke harga Rp 432 per saham.
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan penguatan sebesar 3,7% ke harga Rp 20.300 per saham.

Sebaliknya, daftar top losers yang mendominasi perdagangan meliputi saham-saham berikut ini:

  • PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 7,75% ke harga Rp 182 per saham.
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM) terkoreksi 7,35% ke harga Rp 945 per saham.
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) merosot 6,20% ke harga Rp 4.690 per saham.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,18% ke level 6.298 pada sesi pertama perdagangan Kamis (13/8/2026) akibat aksi jual investor pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI.

Keputusan MSCI mendepak sejumlah saham Indonesia dari indeks global dan small cap memicu tekanan jual signifikan, dengan saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) masuk ke daftar top losers.

Kondisi pasar yang lesu tercermin dari seluruh sektor yang berada di zona merah, dengan sektor bahan baku memimpin pelemahan sebesar 2,48%, sementara total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 7,81 triliun.

Rekomendasi