IHSG Menguat ke Level 5.930 Meski Investor Catat Net Sell

Bisnistalk.com, – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,11% ke level 5.930 pada perdagangan awal pekan, Senin (13/7/2020).

Dilansir dari Stockbit Sekuritas, pergerakan pasar pada sesi pertama perdagangan mencatatkan aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell sebesar Rp 274,81 miliar.

Baca Juga

Komposisi transaksi asing tersebut terdiri dari nilai pembelian asing (foreign buy) sebesar Rp 1,42 triliun dan nilai penjualan asing (foreign sell) sebesar Rp 1,70 triliun.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham mencapai Rp 6 triliun dengan volume perdagangan sebesar 14,79 miliar saham.

Frekuensi perdagangan saham di lantai bursa tercatat berlangsung sebanyak 1,79 juta kali selama periode sesi pertama.

Statistik pasar menunjukkan sebanyak 266 saham mengalami penguatan, 326 saham terkoreksi, dan 197 saham lainnya berada dalam posisi tidak bergerak.

Kapitalisasi pasar IHSG hingga siang hari ini tercatat mencapai angka Rp 10.368 triliun.

Dari total sebelas sektor yang terdaftar di BEI, hanya lima sektor yang berhasil mencatatkan kinerja positif di zona hijau.

Sektor konsumer siklikal menjadi pemimpin kenaikan dengan catatan pertumbuhan sebesar 1,47%.

Kenaikan pada sektor konsumer siklikal didorong oleh performa saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang melonjak 24,04% ke level harga Rp 645 per lembar saham.

Kondisi berbeda justru terjadi pada bursa saham di kawasan Asia yang secara keseluruhan bergerak di zona merah.

Indeks Hang Seng tercatat turun 0,10%, Straits Times tergelincir 0,28%, Shanghai Composite terkoreksi 2,20%, dan indeks Nikkei melemah 2,57%.

Daftar saham yang masuk dalam kategori top gainers meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 24,04% ke Rp 645, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) naik 33,01% ke Rp 137, serta PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) naik 6,40% ke Rp 266.

Sementara itu, daftar saham top losers diisi oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang turun 14,72% ke Rp 1.275, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) turun 4,20% ke Rp 1.370, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 2,64% ke Rp 1.105.

Pihak BEI sebelumnya menyatakan bahwa valuasi saham di pasar modal Indonesia masih tergolong murah dan menarik untuk dicermati oleh para investor.

Di sisi lain, sektor energi juga menjadi sorotan setelah Kementerian ESDM memberikan penugasan batu bara sebesar 212 juta ton untuk menjamin pasokan listrik bagi PLN.

Isu mengenai dugaan korupsi pada fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BNI (BBNI) kini tengah mencuat ke publik akibat adanya identitas 900 petani di Jember yang diduga dicatut dalam pengajuan pinjaman tersebut.

Rekomendasi