Bisnistalk.com, – Jakarta – Pasar modal Indonesia mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan Rabu, menandai pelemahan signifikan yang membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Anjloknya IHSG mencapai 1,89 persen, merosot 113,125 poin, dan mendarat di level 5.873,372 pada akhir sesi.
Sebanyak 482 saham tercatat mengalami pelemahan, sementara hanya 191 saham yang berhasil menorehkan penguatan.
Sebanyak 116 saham lainnya tetap berada dalam posisi stagnan, menunjukkan dominasi sentimen negatif di pasar.
Volume transaksi perdagangan sore itu mencapai 22,696 miliar lembar saham.
Total nilai transaksi atau turnover investor mencapai Rp 10,548 triliun.
Frekuensi perdagangan terpantau sangat aktif dengan 1.973.099 kali transaksi yang tercatat.
Kapitalisasi pasar bursa Indonesia secara total ditutup pada angka Rp 10.299,302 triliun.
Kondisi pasar saham domestik ini menunjukkan tren yang berbeda dengan beberapa bursa utama Asia lainnya pada sore yang sama.
Bursa Tokyo menyaksikan Indeks Nikkei 225 rontok hingga 2,11 persen, mencapai level 66.819,000.
Sementara itu, Shanghai Composite Index di China juga mengalami pelemahan, tercatat minus 0,49 persen pada level 3.970,879.
Berbeda dengan tren pelemahan yang terlihat di dua bursa tersebut, Indeks Hang Seng di Hong Kong justru menunjukkan performa positif yang mencolok.
Indeks Hang Seng melonjak 2,99 persen, berakhir di angka 24.199,460.
Hal serupa juga terjadi pada Straits Times Index di Singapura.
Indeks Singapura menguat sebesar 0,51 persen, ditutup pada posisi 5.369,569.




