Jakarta – Musisi Hindia dan Dipha Barus melakukan aksi simbolis solidaritas dengan memberikan salam tiga jari saat menerima penghargaan dalam ajang AMI Awards 2026 pada Rabu (4/11/2026).
Keduanya berhasil meraih piala untuk kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik berkat karya kolaborasi mereka yang berjudul “Nafas”.
Penghargaan tersebut menjadi momentum bagi kedua musisi untuk menyampaikan kritik sosial di tengah sorotan publik.
Hindia, yang memiliki nama asli Baskara Putra, menyatakan bahwa lagu “Nafas” memiliki makna mendalam terkait harapan dan kemanusiaan.
“Lagu ini judulnya ‘Nafas’, tentang menyambung napas, harapan, dan doa keluarga,” ujar Hindia saat berada di atas panggung.
Ia kemudian mendedikasikan kemenangan tersebut bagi masyarakat yang terdampak krisis lingkungan.
“Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas karena alamnya dibakar,” tegasnya sambil mengangkat satu jari.
Hindia melanjutkan orasinya dengan menyoroti kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
“Untuk yang sulit bernapas karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua,” ucapnya sembari mengangkat jari kedua.
Aksi tersebut ditutup dengan pesan mengenai persatuan bangsa yang sedang mengalami perpecahan.
“Dan untuk yang masih diadu domba!” seru Hindia dengan mengangkat tiga jarinya secara tegas.
Simbol tiga jari yang ditampilkan musisi tersebut menarik perhatian penonton yang hadir di lokasi acara.
Bagi Hindia, keterlibatan musisi dalam isu sosial dan politik merupakan sebuah keniscayaan.
“Kalau buat saya pribadi seni itu selalu inherently political dan sebaliknya gitu,” kata Hindia saat ditemui di area karpet merah sebelum acara dimulai.
Ia menegaskan bahwa sikap diam seorang musisi pun sebenarnya merupakan sebuah pilihan politik.
Menurutnya, keberanian untuk bersuara adalah ekspresi normal yang seharusnya dilakukan oleh setiap warga negara.
Hindia juga menanggapi fenomena lagu-lagunya yang sering digunakan sebagai latar belakang konten aksi massa.
Ia mengaku menemukan kesamaan keresahan dengan para pendengar karyanya di tengah situasi sosial saat ini.
“Saya rasa saya menemukan common ground dengan pendengar atau pengguna lagu-lagu tersebut,” ungkapnya.
Musisi tersebut menekankan bahwa identitas mereka sebagai rakyat Indonesia berada di atas profesi mereka sebagai seniman.
Hindia menyatakan rasa syukur karena selama ini tidak pernah mendapatkan pembatasan dari pihak promotor atas sikap kritisnya.
Ia merasa terbantu karena banyak mitra kerja yang memiliki keresahan serupa terhadap kondisi bangsa.
“Sejauh ini sih kebetulan saya puji Tuhan bekerja sama dengan banyak promotor yang mungkin kurang lebih keresahannya sama ya,” jelas Hindia.
Ia menilai bahwa saat ini hampir semua lapisan masyarakat merasakan keresahan yang sama terkait kondisi negara.
Kemenangan Hindia dan Dipha Barus di AMI Awards 2026 mengukuhkan posisi mereka di industri musik tanah air.
Mereka berhasil mengungguli para nomine lain seperti DNA, QoryGore, RICZA, Maretta, TECHNO KING, Steve Chris, Venes, dan Whisnu Santika.
Hingga hari Kamis (5/11/2026), aksi panggung tersebut masih terus diperbincangkan oleh warganet di berbagai kanal media sosial.
Dikutip dari: IDN Times