Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (14/7/2020) seiring dengan optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.
Dilansir dari MNC Sekuritas, indeks tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,92% menuju level 6.037 yang didukung oleh peningkatan signifikan dalam volume pembelian saham di pasar modal.
Kenaikan tersebut menjadi indikator teknikal penting karena berhasil menembus level moving average 20 hari (MA20) yang selama ini menjadi acuan batas psikologis pasar.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG sedang berada dalam fase yang mendukung kelanjutan tren kenaikan sehingga memiliki potensi untuk terus menguat.
“Sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.083–6.254,” kata Herditya.
MNC Sekuritas telah menetapkan area support indeks berada di kisaran 5.839–5.607, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.286–6.599.
Support merupakan area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu di mana minat beli investor cenderung meningkat kembali.
Resistance didefinisikan sebagai tingkat harga saham tertentu yang dipandang sebagai titik tertinggi sehingga sering memicu aksi jual oleh pelaku pasar.
Strategi investasi yang disarankan oleh MNC Sekuritas pada periode ini adalah melakukan pembelian saat harga melemah atau buy on weakness pada saham-saham tertentu.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) direkomendasikan untuk akumulasi beli di rentang Rp 2.780–Rp 2.840 dengan target harga Rp 3.040–Rp 3.190 serta batas stoploss di bawah Rp 2.740.
Selain itu, PT Astra International Tbk (ASII) juga disarankan untuk dikoleksi pada area Rp 4.490–Rp 4.680 dengan target harga Rp 5.000–Rp 5.250 serta stoploss di bawah Rp 4.350.
Phintraco Sekuritas turut memberikan pandangan bahwa IHSG berpeluang menguji level resistance di kisaran 6.080–6.120 meskipun investor perlu tetap waspada terhadap volatilitas harga minyak dunia.
Sentimen positif utama datang dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, yang kembali menegaskan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil.
S&P menilai bahwa pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara dan akan segera membaik seiring dengan kenaikan harga komoditas global.
“Dengan dipertahankannya peringkat Indonesia ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik sehingga kembali mendorong adanya arus masuk modal asing dan menjadi katalis positif bagi rebound lanjutan IHSG,” kata pihak Phintraco Sekuritas.
Lembaga tersebut juga memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,1% pada 2026 yang ditopang oleh efektivitas belanja fiskal dan program hilirisasi sumber daya alam.
Namun, S&P memberikan catatan bahwa perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dan ketidakpastian implementasi regulasi masih menjadi risiko yang dapat memengaruhi kepercayaan investor.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan daftar saham pilihan seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).





