XLSMART Tingkatkan Investasi Infrastruktur dan Optimalkan Efisiensi Energi Berbasis AI

XLSMART manfaatkan teknologi AI dan inovasi infrastruktur cerdas untuk optimalkan jaringan.

Jakarta – Industri telekomunikasi nasional menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan konsumsi data yang pesat dengan kebutuhan efisiensi energi.

Lonjakan trafik data dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan atau AI, layanan komputasi awan, hingga kebutuhan akan konektivitas berkecepatan tinggi.

Operator telekomunikasi XLSMART merespons tantangan tersebut dengan meningkatkan investasi infrastruktur secara signifikan pada tahun ini.

Manajemen XLSMART menaikkan panduan modal belanja atau capitalized capex tahun 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk penambahan BTS, proses fiberisasi, perluasan layanan 5G, serta pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, karena itu kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah,” ujar Merza dalam acara Media Gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9).

Selain ekspansi, perusahaan kini menerapkan teknologi berbasis AI dan solusi cerdas untuk mengoptimalkan operasional jaringan agar konsumsi energi lebih hemat.

XLSMART telah mengimplementasikan AI copilot pada Network Operations Center serta menggunakan solusi X-Site untuk mengontrol sistem pendingin perangkat BTS secara otomatis.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa inovasi tersebut terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus penggunaan listrik.

“Melalui inovasi ini, XLSMART mampu mengoptimalkan investasi, memangkas biaya operasional, serta mereduksi konsumsi energi secara signifikan hingga 40 persen pada berbagai sektor solusi yang kami kembangkan,” kata Shurish.

Strategi efisiensi juga dilakukan melalui integrasi jaringan dan konsolidasi infrastruktur pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren.

Langkah ini bertujuan memastikan setiap penambahan kapasitas jaringan tetap diiringi dengan penggunaan sumber daya yang optimal.

Ke depan, operator telekomunikasi dituntut tidak hanya membangun jaringan yang lebih besar, tetapi juga sistem yang mampu bekerja lebih cerdas dan berkelanjutan.

Rekomendasi