BCA menerapkan strategi pembelian kembali saham untuk menstabilkan harga saham BBCA yang sempat terkoreksi di tengah sentimen global. Langkah ini dibarengi dengan kinerja keuangan yang solid, termasuk perolehan laba bersih Rp 29,5 triliun dan pertumbuhan kredit sebesar 8 persen pada semester awal.
BCA menerapkan strategi pembelian kembali saham untuk menstabilkan harga saham BBCA yang sempat terkoreksi di tengah sentimen global. Langkah ini dibarengi dengan kinerja keuangan yang solid, termasuk perolehan laba bersih Rp 29,5 triliun dan pertumbuhan kredit sebesar 8 persen pada semester awal.
Berita Terkait
Tag: Perbankan Indonesia
BSI Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Senilai Rp77 Triliun
BSI mencatatkan realisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp77,06 triliun hingga Mei 2026, yang mencakup 23% dari total portofolio pembiayaan perusahaan. Langkah ini difokuskan pada sektor energi terbarukan dan produk ramah lingkungan dengan kebijakan pembatasan ketat bagi industri emisi tinggi.
Laba Bersih BTN Melonjak 40,8 Persen Semester Pertama 2026
Emiten perbankan pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 2,4 triliun pada paruh pertama 2026.
Jahja Setiaatmadja Ungkap Rahasia Integritas dan Kepemimpinan BCA
Tokoh senior perbankan nasional sekaligus Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja, menekankan bahwa integritas tidak bisa diajarkan hanya melalui instruksi formal atau memo internal.
BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran Kredit Tanpa Collection Agent
BNI memperkuat tata kelola penyaluran KUR dengan menerapkan analisis kredit langsung tanpa melibatkan agen penagihan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran, meminimalisir risiko fraud, serta mendukung pelaku usaha melalui sistem verifikasi yang lebih ketat dan transparan.
Saham Keuangan Anjlok 17%, Peluang Kenaikan Masih Terbuka?
Saham sektor keuangan anjlok 16,80% di semester I 2026 di tengah lonjakan penyaluran kredit. Meskipun ada kekhawatiran eksternal, analis melihat peluang kenaikan saham bank jumbo di paruh kedua 2026 berkat fundamental kuat dan valuasi menarik.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.





