Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 2,4 triliun pada paruh pertama tahun 2026, yang mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 40,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dilansir dari Katadata, penguatan kinerja keuangan ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi yang mencapai Rp 418,11 triliun hingga Juni 2026.
Pertumbuhan kredit perseroan didominasi oleh segmen nonperumahan yang melesat 46,1% secara tahunan menjadi Rp 85,22 triliun.
Sementara itu, kredit perumahan tetap mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,8% menjadi Rp 332,88 triliun dengan KPR subsidi sebagai kontributor utama.
Penyaluran KPR subsidi tercatat tumbuh 8,1% menjadi Rp 196,96 triliun, di samping kontribusi Kredit Program Perumahan yang mencapai Rp 4,1 triliun sejak akhir Oktober 2025.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa perseroan terus memperkuat perannya dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program 3 Juta Rumah.
“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” kata Nixon pada Kamis (16/7/2026).
Transformasi bisnis BTN yang kini memasuki fase beyond mortgage diarahkan untuk membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi bagi masyarakat.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, kualitas aset bank pelat merah ini turut membaik dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau NPL menjadi 2,99%.
Pertumbuhan segmen nonperumahan didukung oleh penetrasi ke berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga kerja sama pembiayaan kendaraan bermotor.
Total aset konsolidasi perseroan meningkat sebesar 12,4% menjadi Rp 545,16 triliun, yang mencerminkan kapasitas BTN dalam memperluas jangkauan bisnisnya.
Pada sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,6% menjadi Rp 433 triliun dengan fokus penguatan struktur dana murah atau CASA.
Inisiatif digitalisasi dan penguatan kerja sama kelembagaan berhasil menjaga cost of fund perseroan berada di kisaran 3,01% sepanjang semester I 2026.
Indikator kualitas aset lainnya juga menunjukkan perbaikan signifikan, di mana Loan at Risk turun menjadi 18,6% dan cost of credit menyusut menjadi 0,7%.
Langkah strategis lainnya dilakukan melalui akuisisi portofolio kredit pensiun milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan nilai transaksi tahap pertama mencapai Rp 12,6 triliun.
Nixon menjelaskan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat komposisi kredit nonperumahan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil risiko yang terjaga.
Seluruh portofolio yang diambil alih merupakan kredit berkualitas, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas perusahaan ke depan.
BTN berencana melanjutkan tahap kedua akuisisi pada kuartal III 2026 dengan nilai tambahan sekitar Rp 7,34 triliun.
Melalui strategi pertumbuhan anorganik ini, BTN menargetkan porsi kredit nonperumahan dapat meningkat hingga 30% dari total portofolio dalam lima tahun mendatang.
Ringkasan
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 40,8% menjadi Rp 2,4 triliun pada semester pertama 2026, yang didorong oleh ekspansi penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi hingga mencapai Rp 418,11 triliun.
Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan segmen nonperumahan yang melesat 46,1% menjadi Rp 85,22 triliun, didukung oleh langkah strategis akuisisi portofolio kredit pensiun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai Rp 12,6 triliun pada tahap pertama. Sementara itu, kredit perumahan tetap tumbuh 4,8% menjadi Rp 332,88 triliun, dengan KPR subsidi sebagai kontributor utama dalam mendukung program pemerintah.
Seiring dengan ekspansi bisnis, BTN berhasil mencatatkan perbaikan kualitas aset dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,99% dan peningkatan total aset sebesar 12,4% menjadi Rp 545,16 triliun. Manajemen optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut hingga akhir tahun, didukung oleh strategi transformasi bisnis menuju ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.





