Jakarta – MSCI kembali melakukan perombakan besar dengan memangkas jumlah saham Indonesia dalam Global Standard Index hingga menyisakan sembilan emiten yang bertahan dalam daftar indeks tersebut per Kamis (13/8/2026).
Dilansir dari Katadata, langkah ini menandai kelanjutan tren pengurangan keterwakilan perusahaan nasional dalam indeks acuan global tersebut sepanjang tahun berjalan.
Perubahan komposisi ini secara resmi mendepak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari daftar konstituen setelah proses peninjauan berkala atau rebalancing dilakukan.
Sebelumnya pada periode Mei lalu, lembaga penyedia indeks tersebut juga telah mengeluarkan enam perusahaan lain, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Meskipun terjadi perampingan signifikan, sejumlah saham perbankan berkapitalisasi pasar besar tetap berhasil mempertahankan posisi mereka dalam indeks bergengsi tersebut.
Daftar sembilan perusahaan yang masih bertahan dalam MSCI Global Standard Index adalah sebagai berikut:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi salah satu konstituen utama.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus dipertahankan dalam indeks.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masih masuk dalam daftar perhitungan indeks.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mempertahankan posisinya sebagai emiten telekomunikasi.
- PT Astra International Tbk (ASII) tetap menjadi bagian dari indeks global ini.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjaga posisinya di antara jajaran bank besar.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tercatat masih bertahan dalam daftar.
- PT United Tractors Tbk (UNTR) tetap menjadi salah satu komponen indeks.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menutup daftar sembilan saham yang bertahan.
Selain melakukan penyesuaian pada Global Standard Index, MSCI juga memutuskan untuk mengeluarkan sembilan saham lain dari MSCI Global Small Cap Index.
Beberapa emiten yang terdampak kebijakan tersebut antara lain PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Daftar tersebut juga mencakup PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), serta PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Seluruh keputusan perubahan ini akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 mendatang.
“Semua perubahan akan berlaku mulai penutupan pada 31 Agustus 2026. Tanggal berlaku: 1 September 2026,” kata pihak MSCI dalam pengumuman resminya.
Sebagai agenda lanjutan, MSCI dijadwalkan untuk mengumumkan hasil tinjauan indeks untuk periode November 2026 pada tanggal 11 November 2026 yang akan mulai berlaku efektif pada 1 Desember 2026.
Ringkasan
MSCI resmi memangkas jumlah konstituen saham Indonesia dalam Global Standard Index menjadi hanya sembilan emiten per Kamis (13/8/2026) setelah melakukan proses peninjauan berkala. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari perombakan rutin yang menyebabkan sejumlah perusahaan besar harus terdepak dari daftar indeks acuan global tersebut.
Sembilan saham yang berhasil mempertahankan posisinya meliputi BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, BBNI, BRMS, UNTR, dan BRPT. Sebaliknya, emiten seperti CPIN dan GOTO resmi dikeluarkan dari daftar tersebut, menyusul langkah serupa terhadap enam perusahaan lainnya pada peninjauan periode Mei lalu.
Selain perampingan pada Global Standard Index, MSCI juga mendepak sembilan saham dari MSCI Global Small Cap Index, termasuk ARTO, BUKA, dan SMGR. Seluruh perubahan ini akan berlaku efektif mulai penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026, dengan tinjauan indeks berikutnya dijadwalkan pada November 2026.





