Forum ini hasilkan kesepakatan strategis untuk perkuat ketahanan dan transisi energi ASEAN.
Bali – Pertemuan ke-51 ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) yang berlangsung di Bali menghasilkan kesepakatan strategis untuk memperkuat arsitektur energi di kawasan Asia Tenggara.
Forum tahunan ini memfokuskan pembahasan pada penguatan ketahanan energi, percepatan transisi energi, keamanan rantai pasok, serta pertukaran teknologi antarnegara anggota.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa ketahanan energi harus menjamin keberlanjutan pasokan bagi generasi masa depan.
“Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang,” ujar Simon dalam keterangan tertulis pada Jumat (30/10).
Menurut Simon, perbedaan tantangan dan potensi di setiap negara anggota justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama.
Ia menilai ASCOPE telah berperan vital sebagai wadah bagi institusi energi di kawasan untuk bertukar pengetahuan serta membangun kerja sama yang erat.
Simon memberikan apresiasi kepada seluruh anggota atas komitmen kolaborasi dalam menghadapi dinamika energi global.
“Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama,” tegas dia.
Semangat kolaborasi lintas batas tersebut turut dirasakan oleh Timor Leste sebagai anggota baru ASCOPE.
Perwakilan Timor Leste, Zeferino, memberikan apresiasi atas peran strategis forum ini serta kelancaran penyelenggaraan pertemuan di Bali yang dipimpin oleh Pertamina.
Bagi perusahaan energi nasional Timor Leste, Timor Gap, keanggotaan penuh di ASCOPE membuka peluang luas untuk bekerja sama dengan perusahaan minyak dari negara-negara ASEAN lainnya.
Cakupan kerja sama tersebut meliputi sektor operasional hulu dan hilir migas hingga pengembangan konten lokal dan pemberdayaan UMKM.
Pengalaman Indonesia dalam menyelenggarakan pertemuan ke-51 ini menjadi referensi berharga bagi Timor Leste yang bersiap menjadi tuan rumah KTT ASEAN pada 2029.
Pertamina bersama seluruh negara anggota optimistis bahwa kemitraan strategis ini akan membawa kawasan ASEAN menuju masa depan energi yang lebih tangguh dan mandiri.