Langkah ini bertujuan mempercepat standardisasi kompetensi teknisi sesuai kebutuhan industri.
Jakarta – Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menggelar uji kompetensi perdana bagi teknisi tata udara dan refrigerasi di National Training Center DAIKIN, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperluas akses sertifikasi serta mendorong standardisasi kompetensi teknisi sesuai kebutuhan industri.
Ketua Umum Perprindo, Budi Mulia, menyatakan bahwa program ini menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor pendingin.
“Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi langkah nyata kami untuk turut dalam upaya pemerintah mempercepat dan memperluas standardisasi kompetensi teknisi di bidang tata udara dan refrigerasi di Indonesia,” ujar Budi.
Kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin mendesak seiring meluasnya penggunaan sistem pendingin pada sektor rumah tangga, komersial, rantai logistik pangan, hingga pusat data.
LSP Teknik Pendingin Perprindo saat ini menyediakan lima skema sertifikasi yang mencakup bidang tata udara dan refrigerasi.
Skema untuk tata udara meliputi Teknisi Perawatan AC Residential, Teknisi AC Residential, serta Teknisi Tata Udara Komersial dan Sistem VRF.
Sementara itu, bidang refrigerasi mencakup skema Teknisi Refrigerasi Domestik serta Teknisi Refrigerasi Komersial dan Industri Refrigeran F-gas.
Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, berharap kehadiran LSP ini mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan tenaga kerja yang teruji.
Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Andri Susila, menekankan pentingnya objektivitas dan integritas dalam proses sertifikasi agar mencerminkan keahlian nyata.
Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Haruki Agustina, menyoroti peran teknisi dalam mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060 melalui penanganan refrigeran yang bertanggung jawab.
Presiden Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia, Shinji Miyata, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung pengembangan keahlian teknisi melalui penyediaan fasilitas uji kompetensi.
Budi Mulia berharap sinergi antara asosiasi, pemerintah, dan pelaku industri terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak teknisi di seluruh Indonesia.
Peningkatan kompetensi ini diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus mendorong praktik pendinginan yang berkelanjutan.