Jakarta, Bisnitalk.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (24/6/2026) siang, meski Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan Indonesia di kelompok pasar berkembang atau emerging market.
Pada pukul 13.34 WIB, IHSG tercatat turun 1,81 persen atau 110,31 poin ke level 5.991,02.
Data Stockbit menunjukkan, pergerakan indeks sempat cukup fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
IHSG menyentuh level tertinggi di 6.171,38 dan terendah di 5.989,86 sebelum akhirnya bertahan di bawah level psikologis 6.000.
Aktivitas perdagangan di pasar juga terpantau cukup ramai. Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 6,96 triliun, dengan volume perdagangan 126,14 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 1,08 juta kali.
Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review per Juni 2026.
Namun, keputusan itu tidak sepenuhnya menenangkan pasar karena lembaga indeks global tersebut masih menyoroti sejumlah isu di pasar modal Indonesia.
Dalam pengumuman yang dirilis pada Selasa (23/6), MSCI menyebut investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan yang terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
“Untuk Indonesia, pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius terkait aspek investabilitas yang muncul dari persoalan tersebut,” tulis MSCI, dikutip Rabu (24/6).
MSCI menegaskan akan terus memantau cakupan, konsistensi, dan efektivitas reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.
Penilaian itu akan menjadi bagian dari pertimbangan terhadap free float serta aspek investabilitas pasar secara lebih luas.
Lembaga tersebut juga memberi sinyal status Indonesia belum sepenuhnya aman dari evaluasi lanjutan.
Jika hingga Tinjauan Indeks MSCI November 2026 belum terlihat kemajuan yang memadai, MSCI menyatakan akan mempertimbangkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan membuka konsultasi terkait status Indonesia.
Pernyataan itu membuat perhatian pelaku pasar tertuju bukan hanya pada keputusan mempertahankan Indonesia di emerging market, tetapi juga pada catatan kehati-hatian MSCI terhadap kualitas tata kelola dan keterbukaan pasar.
Kondisi ini ikut mewarnai pergerakan IHSG yang sejak awal perdagangan berada dalam tekanan dan gagal kembali ke zona hijau.




