Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional koperasi berjalan lancar dan bermanfaat.
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong penguatan koordinasi antara manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan pengurus serta perangkat desa setempat.
Arahan tersebut disampaikan Zulkifli saat berdialog dengan sekitar 26 ribu manajer KDKMP dalam kegiatan Sapa Manajer KDKMP di seluruh Indonesia pada Senin (26/10).
Dialog ini menjadi sarana pemerintah untuk memantau pelaksanaan program sekaligus menyerap kendala yang dihadapi pengelola di lapangan.
Sejumlah manajer dari Banyumas, Kediri, dan Blitar melaporkan adanya persoalan pasokan barang yang belum konsisten serta kebutuhan biaya operasional.
Pemerintah akan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan monitoring dan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan KDKMP.
“KDKMP merupakan program baru dengan pekerjaan besar yang harus kita jalankan bersama,” ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis pada Selasa (27/10).
Ia menegaskan pentingnya mendengar laporan langsung dari manajer untuk mencatat masalah dan mengevaluasi tindak lanjutnya secara berkala.
Zulkifli merencanakan rapat evaluasi mingguan serta pertemuan rutin dengan para manajer untuk memantau perkembangan operasional di lapangan.
Dalam struktur pengelolaannya, manajer bertanggung jawab menjalankan operasional harian KDKMP di bawah pengawasan pengurus serta kepala desa atau lurah.
Manajer wajib melaporkan perkembangan usaha, kondisi keuangan, serta kendala yang dihadapi kepada pihak terkait.
Zulkifli mengingatkan bahwa KDKMP memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai infrastruktur penyalur kebutuhan masyarakat dan offtaker hasil produksi warga.
Manajer diminta memprioritaskan pelayanan publik, terutama dalam memastikan penyaluran barang bersubsidi agar tepat sasaran.
“Fokuskan KDKMP untuk menjalankan fungsi infrastruktur pemerintah yang menyalurkan barang bersubsidi kepada penerima yang berhak,” tegas Zulkifli.
Ia juga menekankan agar koperasi hadir sebagai penghubung nyata bagi hasil produksi desa ke pasar.
Para manajer didorong berkomunikasi aktif dengan Agrinas dan BUMN pemasok terdekat untuk mengatasi persoalan pasokan barang.
Manajer dapat memanfaatkan penanggung jawab area atau PIC Area Agrinas sebagai pendamping teknis dalam penanganan masalah.
Pemerintah mengharapkan manajer tidak selalu menunggu keputusan pusat untuk menyelesaikan kendala operasional yang bersifat teknis di wilayah kerja.
Saat ini, terdapat 28.787 KDKMP di seluruh Indonesia dengan 10.070 unit di antaranya telah beroperasi.
Pemerintah berkomitmen memastikan koperasi tersebut memberikan manfaat luas bagi pengembangan ekonomi desa.
“KDKMP harus hidup dan memberi manfaat nyata,” pungkas Zulkifli.